Pembangunan proyek 35.000 MW perlu disesuaikan

KANALSATU - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan proyek infrastruktur pembangkit listrik 35.000 Megawatta (MW/35 Gigawatt ) perlu penyesuaian agar tidak terlalu membebani PT PLN.

”Memang tidak terhindarkan akan ada upaya penyesuaian itu, karena kalau tidak PLN akan memikul beban atas listrik nantinya apabila diteruskan sesuai dengan kecepatan rencana 35 GW,” kata Darmin di Jakarta, Senin (16/10/2017).

Mantan Gubernur Bank Indonesia itu mengungkapkan bahwa sebetulnya permintaan listrik tidak setinggi yang diperkirakan mengingat realisasi pertumbuhan ekonomi tidak setinggi asumsi yang dipakai ketika merancang kebutuhan listrik 35 GW.

Ia juga mengatakan pada kuartal II-2017 pertumbuhan permintaan listrik justru negatif meskipun pada saat itu pertumbuhan ekonominya tercatat positif. ”Artinya bukan hanya karena pertumbuhannya tidak setinggi asumsi yang dipakai,” kata Darmin.

Hal tersebut memungkinkan adanya listrik yang tidak dipakai karena upaya penyediaan pasokan listrik tidak diimbangi peningkatan kebutuhan.

”Listrik swasta itu ada klausulnya take or pay, mau pakai atau tidak kalau sudah selesai ya bayar. Memang listrik itu jangan sampai lebih, kalau lebih tidak dipakai itu bayar ke investornya,” ujar Darmin.

Selain itu, ia juga memperkirakan masih terdapat 20-25 persen dari proyek pembangkit 35 GW yang masih dalam tahap perundingan. ”Kalau sekarang masih perundingan, tidak mungkin selesai di 2019. Hanya pembangkit menengah dengan gas yang bisa selesai dua tahun. Kalau pembangkit besar dengan batu bara, itu tiga tahun selesai sudah syukur,” ucap Darmin.
(ANT/KS-5)

Komentar