Pengosongan kolam renang menghambat prestasi atlet

ilustrasi

KANALSATU - Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Jatim, berpendapat bahwa pengosongan kolam renang bisa menghambat prestasi atlet.

“Kalau sampai menghambat prestasi, tentu kita menolak pengosongan kolam renang. Tapi saya yakin tujuannya tidak seperti itu,” kata Ketua Umum Pengprov POSSI Jatim, Mirza Muttaqien, Senin (16/10/17).

POSSI Jatim sendiri, berkepentingan dengan kolam renang yang berada di kawasan Kertajaya Indah Timur itu. Setiap tahun, POSSI Jatim menggelar kejurda selam nomor kolam memperebutkan Piala Gubernur Jatim di kolam renang tersebut.

Meski tingkat kejurda, kata Mierza, even yang akan digelar pada awal Desember itu bersifat nasional, karena diikuti oleh peserta dari luar Jatim. Otomatis POSSI Jatim membutuhkan kolam renang yang representatif.

“Insya Allah nanti tetap menggunakan kolam renang KONI. Mungkin tidak lagi berhubungan dengan yayasan lama yang mengelola, tapi langsung dengan pemprov Jatim.”

Menurutnya, pemprov mengosongkan kolam renang KONI merupakan bagian dari upaya menertibkan administrasi semua aset miliknya yang berada di lingkungan KONI Jatim. Tidak ada maksud dan tujuan lain yang dapat menghambat prestasi atlet.

Karena itu, pihaknya sangat mendukung langkah yang ditempuh pemprov. “Memang harus ditertibkan. Nah, sebelum ditertibkan harus dilakukan pengosongan lebih dulu. Setelah itu kolam renang dipakai lagi yang langsung dikelola oleh pemprov,” jelas Mierza. (ks-6)

Komentar