Perluas areal tanam, PTPN XI gandeng Pemkab Jember

Bupati Jember, Faida (kiri) bersama Direktur Utama PTPN XI, M. Cholidi saat menandatangani MoU pemanfaatan lahan di Pendopo Kabupaten Jember, Rabu (11/10/2017).

KANALSATU - PT Perkebunan Nusantara XI (PTPN XI) menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember untuk penyediaan lahan tanaman tebu. Pada tahap awal, lahan yang akan ditanami pada musim tanam tahun ini seluas 25 hektare (ha). 

”Kami siap berapa pun lahan yang disiapkan. Kami mengelola lahan Pemkab untuk dikelola untuk jadi lahan pangan khususnya komoditas gula,” kata Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara XI, Mochammad Cholidi seusai penandatanganan MoU dengan Bupati Jember di Pendapa Wahya Wibawagraha, Jember, Rabu (11/10/2017). Lahan yang digunakan adalah milik Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan. 

Mekanisme yang digunakan adalah KSO (Kerja Sama Operasional) selama tiga tahun. Kerjasama dengan perusahaan daerah sebelumnya juga sudah dilakukan dengan daerah yang lain seperti di Situbondo dan menunjukkan hasil yang memuaskan. 

Dikatakan Cholidi, perluasan areal tanam ini nantinya akan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan bahan baku PG Semboro yang ada di Jember. Kapasitas giling PG Semboro saat ini sebesar 6.500 tcd (ton cane per day/ ton tebu per hari). ”Tidak hanya sekedar untuk menghasilkan gula yang mendukung kemandirian pangan tetapi juga sudah kami siapkan untuk produksi energi berbasis organik,” ujarnya. 

Nantinya, PG yang berlokasi di Jember tersebut akan disiapkan untuk memproduksi produk turunan yaitu listrik dan bioetanol. Saat ini, sudah ada dua pabrik gula PTPN XI yaitu PG Djatiroto dan PG Asembagoes yang siap memproduksi listrik dan bahan bakar bioetanol. 

”Ini sekaligus untuk membantu program pengentasan kemiskinan terutama di kawasan perkebunan tebu sehingga dampaknya bisa dinikmati masyarakat. Sebagai perusahaan BUMN, ini merupakan bentuk sumbangsih kami bagi negeri,” tutur Cholidi. 

Bupati Jember, Faida menambahkan pihaknya berharap lahan seluas 400 ha yang disiapkan bisa dimanfaatkan seluruhnya. ”Kami memang menantang PTPN XI agar bisa memanfaatkan lahan tersebut. Kita sedang membicarakan dengan legislatif untuk pemanfaatan lahan tidur,” ujarnya. 

Sinergi yang dilakukan tidak hanya dari segi payung hukum tetapi juga secara teknis. Ia meminta dinas tenaga kerja juga ikut mengawal agar penyerapan tenaga kerja benar-benar berjalan. 

”Pengangguran di Jember termasuk tinggi. Saya harap pengembangan ini merekrut tenaga kerja baru dan tidak mencomot tenaga kerja dari yang lain sehingga pengentasan kemiskinan di sini berjalan,” ujarnya. (KS-5)

Komentar