Ini 10 kebijakan utama OJK hingga lima tahun ke depan

KANALSATU - Otoritas Jasa Keuangan menetapkan sepuluh kebijakan utama yang akan menjadi langkah pokok OJK sesuai arah tujuan 2017 – 2022 yang telah dikeluarkan Dewan Komisioner OJK.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menuturkan, sepuluh arah kebijakan OJK, yaitu mengembangkan dan Melaksanakan Pengawasan SJK berbasis Teknologi Informasi – IT Based Supervision. Dalam hal ini OJK akan mengimplementasikan IT based supervision dan pengembangan sistem informasi untuk mendukung pengawasan, baik solo basis maupun terintegrasi.

Kemudian Penguatan Pengaturan, Perizinan dan Pengawasan Terintegrasi bagi Konglomerasi Keuangan. Pengaturan, perizinan dan pengawasan terintegrasi bagi konglomerasi keuangan harus mampu mewujudkan konglomerasi keuangan yang tangguh, sehat, dan berkontribusi optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta stabilitas sistem keuangan.

Yang ketiga yaitu mengimplementasikan Standar Internasional Prudensial yang Best Fit dengan Kepentingan Nasional. Standar internasional prudensial yang best fit mengandung arti tidak setiap jurisdiksi memiliki kepentingan nasional yang sama. Setiap jurisdiksi memiliki karakteristik yang berbeda. Oleh karena itu OJK akan menerapkan standar internasional prudensial yang tentu disesuaikan dengan karakteristik SJK dan kepentingan nasional Indonesia.

Keempat reformasi IKNB untuk mewujudkan IKNB yang Kuat dan Berdaya Saing. Reformasi pengaturan, perizinan, pengawasan dan exit policy di IKNB dan Konsolidasi jumlah pelaku di industri agar lebih berdaya saing.

”Kebijakan yang kelima yaitu efisiensi di Industri Jasa Keuangan untuk mewujudkan IJK yang Berdaya Saing,” kata Wimboh. Efisiensi di Industri Jasa Keuangan untuk mendukung peningkatan daya saing dan upaya penurunan suku bunga kredit.

Selanjutnya yaitu revitalisasi Pasar Modal dalam Mendukung Pembiayaan Pembangunan Jangka Panjang. Dalam hal ini, OJK akan mendorong pengembangan sisi demand, supply, intermediaries dan infrastruktur, mendorong berkembangnya instrumen pasar modal dan derivatif di regulated market, yang didukung dengan infrastruktur transaksi dan setelmen yang handal dan OJK akan mengembangkan pasar derivatif.

Kebijakan berikutnya yaitu mengoptimalkan peran Financial Technology melalui pengaturan, perizinan dan pengawasannya yang memadai. Memperkuat pengaturan dan pengawasan terhadap perkembangan Fintech di Indonesia agar manfaat dari kehadiran fintech dapat diperoleh dengan risiko yang terkendali – no blank spot pengaturan dan pengawasan, dan no regulatory arbitrage dan membentuk National Financial Technology Center.

Kedelapan, mengurangi tingkat ketimpangan melalui penyediaan Akses Keuangan. Langkah yang diambil yaitu mengefektifkan peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah, memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembiayaan kepada masyakat dan usaha mikro kecil di berbagai daerah, termasuk di daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal).

Yang kesembilan adalah meningkatkan Efektivitas Kegiatan Edukasi dan Perlindungan Konsumen dengan cara edukasi keuangan kepada berbagai komunitas diberbagai daerah harus lebih terarah dan mengoptimalkan peran Satgas Waspada Investasi di daerah untuk mencegah masyarakat terjerumus investasi illegal yang makin marak.

Dan yang terakhir adalah mendorong peningkatan peran serta keuangan syariah dalam mendukung penyediaan sumber dana pembangunan. ”Kami akan melakukan konsolidasi lembaga keuangan syariah untuk meningkatkan kapasitasnya serta meningkatkan kontribusi Pembiayaan Syariah dalam membiayai Sektor Prioritas Pemerintah dan meningkatkan tingkat pemahaman Masyarakat akan Produk Keuangan Syariah,” ujarnya.

Untuk melaksanakan tugas besar itu, dan menjawab berbagai tantangan dan harapan dari masyarakat dan stakeholders, OJK membutuhkan organisasi OJK yang kuat dan solid.

”Oleh karena itu, diperlukan pembenahan berbagai aspek manajemen internal agar keputusan lebih cepat, proses kerja organisasi dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien, infrastruktur kerja dan IT yang dapat mengimbangi tuntutan OJK ke depan,” katanya.
(KS-5)   

Komentar