AS akan jual sistem pertahanan Rudal Thaad ke Saudi

KANALSATU - Pemerintah AS telah menyetujui penjualan sistem pertahanan rudal canggih Terminal Altitude Area Defense (THAAD) ke Arab Saudi senilai USD15 miliar (sekitar Rp202 triliun), ungkap Kementerian Luar Negeri pada hari Jumat (06/10).

"Penjualan ini melampaui kepentingan keamanan nasional dan kebijakan luar negeri AS, dan mendukung keamanan jangka panjang Arab Saudi serta kawasan Teluk dalam menghadapi Iran dan ancaman regional lainnya," kata sebuah pernyataan.

Lampu hijau untuk kesepakatan tersebut, yang telah lama ditunggu oleh Arab Saudi, terjadi satu hari setelah Raja Salman bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan menandatangani sebuah kesepakatan awal untuk melihat sistem pertahanan udara S-400 Moskow.

THAAD - yang telah dikirim ke negara tetangga Arab Saudi, Qatar dan Uni Emirat Arab - adalah salah satu baterai pertahanan rudal yang paling dapat diandalkan dalam persenjataan AS serta dilengkapi dengan sistem radar canggih.

Pemasangan THAAD baru-baru ini oleh militer AS di Korea Selatan dilakukan demi melindungi setiap serangan Korea Utara.

Pemasangan itu memicu protes dari Beijing, yang khawatir sensor THAAD dapat menembus ke wilayah udara Tiongkok dan dapat mengganggu keseimbangan kekuasaan.

Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa mereka akan memberi tahu Kongres bahwa, di tangan Arab Saudi, sistem tersebut akan bertindak untuk menstabilkan situasi di Teluk dan membantu mempertahankan pasukan AS di wilayah tersebut serta sekutu mereka, yang menghadapi ancaman rudal Iran yang kemampuannya terus berkembang.(AFP/Antara)

Komentar