PJB sabet tiga penghargaan bergengsi di Asian Power Awards 2017

KANALSATU – PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) sukses memboyong tiga penghargaan sekaligus dari tiga kategori yaitu Power Utility of The Year, ‘Environmental Upgrade of The Year’, dan ‘Fast-Track Power Plant of The Year’ di ajang Asian Power Awards 2017. Asian Power Awards sendiri merupakan penganugerahan bergengsi yang diberikan kepada seluruh perusahaan di sektor pembangkit di Asia.

Untuk pertama kalinya, PT PJB mengikutsertakan terobosan-terobosan inovasi yang dihasilkan oleh para insan PJB dan memberikan hasil yang manis, sekaligus mengukuhkan eksistensi inovasi dalam negeri yang mampu bersaing dengan kompetitor lainnya dari seluruh perusahaan-perusahaan ternama di Asia. Sebagai informasi, Asian Power Awards di tahun-tahun sebelumnya telah menyematkan gelar juara kepada beberapa perusahaan yang memiliki reputasi baik dalam skala global, seperti General Electric, Cypark Resources Berhad, Korean South-East Power, dan Aggreko.

Asian Power Awards menjadikan para penerima penghargaan sebagai salah satu tolak ukur atau game-changers yang memiliki pengaruh besar di sektor pembangkitan baik dalam jangka pendek maupun panjang.

Di Asian Power Awards 2017 yang diadakan di Conrad Hotel Bangkok, selain dinobatkan sebagai Power Utility of The Year, penghargaan lainnya juga didapatkan dari kategori ‘Environmental Upgrade of The Year’ dengan judul karya inovasi ‘Penanggulangan Penyebaran Eceng Gondok Berbasis Pemanfaatan Energi dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Kawasan Waduk Cirata’.

Inovasi ini merupakan karya yang dihasilkan oleh insan PJB dari Badan Pengelola Waduk Cirata (BPWC) yakni Munawir, Faris Al Rasyid, dan Haris Pradipta Putra. Selain inovasi tersebut, PJB juga mendapatkan peringkat ‘Bronze’ dari kategori ‘Fast-Track Power Plant of The Year’ dengan judul karya ‘Proses Pembelajaran Akeselerasi Bidang Operasi di Unit Pembangkit Paiton’ oleh insan PJB dari Unit Pembangkit Paiton yakni Sunarto, I Komang Gede Suardika, dan I Wayan Sukerta.

Kedua karya inovasi dari PJB memang memiliki keunggulan masing-masing yang berhasil mencuri perhatian para dewan juri Asian Power Awards yang merupakan ekspert di industri pembangkitan.

Contohnya, untuk inovasi dari BPWC, Munawir bersama dengan kedua rekan timnya membuat terobosan dalam meningkatkan kualitas air di Waduk Cirata yang turun akibat penyebaran eceng gondok melalui pemberdayaan masyarakat sekitar. Pemberdayaan masyarakat ini tidak hanya memberikan peningkatan kualitas air di Waduk Cirata dan menghemat biaya pemeliharaan, tetapi turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui beragam program pemberdayaan yang dilakukan.

Dewan Juri Asian Power Awards juga mengapresiasi karya dari UP Paiton dimana Sunarto beserta kedua rekannya mengkombinasikan permasalahan riil sebagai objek belajar, mengacu pada pengetahuan yang relevan serta berorientasi pemecahan masalah.

Inovasi ini juga menunjukkan hasil memuaskan dimana terdapat progres peningkatan yang cukup dinamis dalam kompetensi pengoperasian pembangkitan sebanyak 75 persen, serta berdampak pada kesiapan organisasi fungsi produksi di Unit Pembangkitan Paiton.

Penghargaan yang diterima oleh Direktur Operasi-1 PT PJB, Sugiyanto,  menunjukkan keunggulan PJB dalam mengelola budaya inovasi yang ada di perusahaan serta menjadi bukti dari aksi korporat untuk menggalakkan kreatifitas dari para insan PJB yang tidak hanya memiliki dampak positif bagi perusahaan tetapi juga stakeholders sekitar.

Tentunya dengan kemenangan yang diraih oleh PJB ini bukan hanya menjadi keberhasilan Perusahaan semata tetapi menjadi keberhasilan Indonesia untuk memperkenalkan hasil karya anak negeri di mata internasional.
(KS-5)

Komentar