Hindari kerugian, petani inginkan benih jagung berkualitas

Corporate Engagement Lead Monsanto Indonesia Herry Kristanto (baju putih) bersama Seed Business manager PT Karisma Indoagro Universal Boomo Teguh Samsono menunjukkan jagung yang menggunakan benih DEKALB DK771 di Jember.

KANALSATU - Petani di wilayah Kabupaten Jember meningkatkan penggunaan benih jagung berkualitas yang tahan terhadap penyakit untuk menghindari kerugian akibat gagal panen.

Darmanto, petani jagung asal  Desa Andongsari Kecamatan Ambulu, Jember mengatakan saat ini penyakit tanaman khususnya bulai masih menjadi momok bagi para petani jagung di Kabupaten Jember.

”Di beberapa daerah termasuk daerah saya penyakit Bulai masih menjadi ancaman yang serius, karenanya benih yang tahan terhadap penyakit tersebut menjadi pilihan mutlak bagi petani. Dengan benih yang tahan penyakit, maka kerugian akibat gagal panen bisa dihindari,” papar petani 67 tahun ini.

Saat ini, Darmanto menggunakan benih jagung DEKALB DK771 yang mempunyai keunggulan tahan terhadap bulai serta mempunyai hasil yang baik. Ia mengaku untuk setiap 1/4 hektar lahan bisa menghasilkan 2,7 ton jagung pipilan kering atau dengan kata lain tingkat produktivitasnya mencapai 10,88 ton per hektar.

Untuk ketahanan terhadap penyakit, Darmanto mengatakan dari sekitar 1 hektar lahan yang dikelolanya, hanya sekitar 0,2 persen yang terserang tanaman Bulai. Serangan bulai ini jauh lebih sedikit dibandingkan petani lain yang tidak menggunakan benih tersebut.

“Petani lain bisa terserang bulainya hingga 25 persen dari total lahan atau lebih. Karenanya kami selalu mengajak petani lain untuk mengunakan benih berkualitas yang tahan terhadap penyakit,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Nasirin, petani jagung asal Desa Langon Ambulu, Kecamatan Ambulu, Jember. Pria yang sudah 20 tahun menjadi petani jagung ini mengatakan penyakit bulai memang masih menjadi musuh utama petani di daerahnya.

”Memang benih jagung yang berkualitas menjadi kunci, apakah tanaman petani bisa bertahan atau tidak. Karena banyak dari rekan saya sesama petani yang akhirnya harus merugi karena tanamannya terserang bulai,” katanya.

Nasirin sendiri saat ini juga menggunakan benih jagung DEKALB DK771 yang diakuinya tahan terhadap bulai dan prduktifitasnya cukup tinggi.

Sementara itu, produsen Benih Jagung hibrida, Monsanto Indonesia, turut mendorong petani jagung di wilayah Kabupaten Jember untuk menggunakan benih jagung yang berkualitas dan toleran terhadap penyakit.

Boomo Teguh Samsono, Seed Busines Manager PT Karisma Indoagro Universal yang menjadi mitra pemasaran Monsanto di wilayah Jawa Timur mengatakan penggunaan benih jagung berkualitas bisa memastikan keberhasilan panen petani.

”Penggunaan benih berkualitas yang toleran terhadap penyakit bulai seperti salah satunya DEKALB DK771 bisa menjadi pilihan bagi petani,” katanya di sela pameran pertanian DEKALB Learning Center 2017 yang digelar di Desa Jambearum, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember.

Benih DEKALB DK771 sendiri mempunyai potensi hasil yang cukup tinggi di wilayah Kabupaten Jember, bisa mencapai 12,2 ton per hektar. Ia menambahkan, tiap daerah mempunyai metode cocok tanam yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan petani.

Selain penggunaan benih jagung yang berkualitas, Boomo juga mendorong petani untuk mengaplikasikan cara bercocok tanam yang efektif dan efisien sehingga dapat memberikan hasil maksimal bagi petani.

”Misalnya di Kabupaten Jember ini, kami mendorong penggunaan metode partanian tanpa olah tanah (TOT) yang bisa menghemat pengeluaran petani hingga Rp 1,5 juta per hektar per musim tanam. Selain itu, kami juga mengenalkan pola tanam Silase dimana jagung dapat dipanen ketika masih muda untuk menjadi pakan ternak seperti sapi,” ujarnya.

Boomo menambahkan, kedua metode tanam tersebut dapat menjadi pilihan alternatif bagi petani yang ingin hasil panen lebih cepat atau mengeluarkan biaya tanam yang lebih sedikit namun dengan dengan hasil panen yang tidak terpaut jauh dengan metode konvensional yang selama ini dipakai.

Technology Development Lead Monsanto Indonesia Ibnu Amin Ridwan, menambahkan pihaknya berkomitmen untuk terus mendampingi petani untuk mendapatkan hasil yang maksimal. ”Kami akan selalu berkomitmen untuk mendampingi petani agar dapat mendapatkan hasil yang maksimal, termasuk memberikan akses terhadap teknologi dan  pengetahuan  bercocok tanam yang lebih efektif dan efisien,” tuturnya.
(KS-5)

Komentar