Akibat konflik, 8 juta orang di Kongo kelaparan akut

KANALSATU – Akibat konflik yang berkepanjangan, hampir delapan juta orang menghadapi kelaparan akut di Republik Demokratik Kongo. Badan Pangan PBB mengungkap, kelaparan ini terjadi khususnya di wilayah Kasai tengah.

”Keamanan pangan dan nutrisi… semakin memburuk di banyak wilayah RD Kongo, tetapi tidak ada situasi yang lebih mengkhawatirkan dibandingkan di Kasai,” ujar Claude Jibidar, direktur operasi Program Pangan Dunia (WFP) di negara itu, Senin (14/8/2017).

Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) mengatakan bahwa sekitar 7,7 juta orang berada di ambang kelaparan secara keseluruhan di negara Afrika tengah tersebut, naik 30 persen dibandingkan setahun lalu.

Pemberontakan berkecamuk di wilayah Kasai yang kaya berlian selama setahun terakhir, dengan pemerintah dan pemberontak saling tuding melakukan aksi kejahatan.

FAO mengatakan sekitar 1,4 juta orang di Kasai dan di provinsi timur Tanganyika dipaksa mengungsi dari rumah mereka selama setahun terakhir.

Para petani tidak bisa menanam selam dua musim terakhir karena pertempuran yang membuat desa dan ladang pertanian mereka dijarah, ungkap laporan.

Selain itu, ulat grayak telah menghancurkan hasil panen di lebih dari seperempat wilayah negara itu, ungkapnya.

”Situasinya diperkirakan akan semakin memburuk jika bantuan darurat tidak datang tepat waktu,” ujar Alexis Bonte, perwakilan FAO di RD Kongo.

”Petani, khususnya mereka yang mengungsi - yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak - sangat membutuhkan bantuan makanan darurat,” katanya.

Kekurangan gizi kronis memengaruhi 43 persen anak balita - atau lebih dari tujuh juta anak - secara keseluruhan di RD Kongo, ungkap laporan FAO.
(AFP/Ant/Ks-5)

Komentar