Konsumsi gasoline Pertamina selama Lebaran naik 2,6 persen

KANALSATU – Konsumsi gasoline (bahan bakar minyak jenis premium dan pertamax series) pada angkutan Lebaran 2017 mengalami kenaikan 2,6 persen menjadi 95.612 kiloliter (KL) dibandingkan periode yang sama 2016.

Peningkatan konsumsi gasoline ditopang oleh pertalite dan pertamax. Konsumsi pertalite naik 44,625 KL melonjak tajam hingga 113,8 persen dibandingkan pada 2016.

”Bahkan dibandingkan dengan kondisi normal, konsumsi gasoline sepanjang masa arus mudik dan balik 2017 naik 9,41 persen, “ kata Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Adiatma Sardjito. Menurut Adiatma, konsumsi gasoline tertinggi terjadi pada arus mudik H-1, 24 juni 2017 dan terendah pada arus balik 2 Juli 2017.

Konsumsi pertamax, naik 18.352 KL atau naik 33,4 persen dibanding periode 2016. Sementara itu, konsumsi premium justru turun 46,48 persen menjadi 34.931 KL.

Sementara untuk produk gasoil, yakni solar dan dexlite series, kata Adiatma, konsumsi pada arus mudik dan balik 2017, konsumsi gasoil naik 4,6 persen jika dibanding periode arus mudik dan balik 2016.

Kenaikan lebih besar terlihat pada konsumsi dexlite. BBM jenis gasoil ini mencatat kenaikan hingga 268 persen sebanyak 808 KL dibanding tahun sebelumnya.

Varian lain jenis ini yakni pertamina dex juga naik 46 persen sebesar 500 KL. ”Perilaku konsumen terhadap konsumsi BBM berubah lebih positif, produk BBM nonsubsidi menjadi favorit pemudik karena sesuai dengan spesifikasi kendaraannya,” kata Adiatma.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan penerbangan, pada masa Satgas BBM 2017, realisasi konsumsi avtur sebesar 14.770 KL atau meningkat 8,62 persen dibanding periode Satgas 2016.
Konsumsi puncak terjadi pada H-2 Lebaran. Peningkatan konsumsi yang tertinggi terjadi pada DPPU Mingkabau Padang (85,5 persen) dan DPPU Ahmad Yani Semarang (70,6 persen). Peningkatan juga terjadi pada DPPU lainnya antara 29 - 63 persen.

Jateng Tertinggi
Adiatma juga mencatat peningkatan konsumsi gasoline tertinggi sepanjang masa Idul Fitri 2017 di Jawa Tengah (Jateng) sebesar 18,4 persen, disusul Sumatera Barat 15,6 persen, dan Lampung 14,5 persen dibandingkan konsumsi pada periode arus mudik dan arus balik Idul Fitri 2016.

Selain itu, konsumsi gasoline juga mengalami kenaikan cukup tinggi di Jambi (11,7 persen), Bengkulu (10,2 persen), dan Sumatera Selatan (9,8 persen).

Sementara tiga provinsi di Jawa, yakni Jawa Timur, Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat kenaikan konsumsi gasoline hanya sekitar 5-8 persen. (Ant/ks-5)

 

Komentar