Kinerja ekspor Jatim Bulan Mei alami defisit

KANALSATU - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatatkan neraca Perdagangan Jawa Timur pada Mei 2017 mengalami defisit sebesar 0,28 miliar dollar AS. Hal ini dikarenakan nilai impor jauh lebih besar dibandingkan nilai ekspor yang mencatatkan  sebesar  1,68 miliar dollar AS sedangkan  nilai impor sebesar 1,96 miliar dollar AS.

Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Teguh Pramono, memaparkan ada beberapa indikasi yang bisa dilihat dari beberapa sektor  baik sektor migas dan non migas sama-sama mengalami defisit. ”Ekspor migas bulan Mei 2017 sebesar 0,094 miliar dollar AS sedangkan impor migasnya mencapai 0,23 miliar dollar AS. Hal yang sama juga terjadi pada ekspor non migas yang sebesar 1,58 miliar dollar AS dan impor non migasnya mencapai 1,72 miliar dollar AS,” kata Teguh.

Pada bulan sebelumnya, yakni  April 2017 neraca perdagangan Jawa Timur juga mengalami defisit sebesar 0,04 miliar dollar AS.

”Jika dibandingkan bulan lalu, angka ini tumbuh 3,67 persen dibandingkan ekspor bulan April 2017 yang sebesar 1,62 miliar dollar AS,”  imbuhnya.

Untuk ekspor migas mencatatkan pertumbuhan sebesar 62,94 persen meski nilainya terbilang kecil, dari bulan April sebesar 0,06 miliar dollar AS menjadi 0,09 miliar dollar AS.

Sama halnya pada ekspor non migas yang tumbuh sebanyak 1,48 persen (mtm), dari 1,56 miliar USD pada April 2017 menjadi 1,59 miliar USD pada bulan Mei 2017.

Ditambahkan, dari 10 kelompok barang non migas yang diekspor, seluruhnya mengalami kenaikan dibandingkan bulan April 2017. Kendati demikian, hanya ada 1 kelompok barang yang mengalami penurunan. ”Semua mengalami kenaikan, kecuali perhiasan/permata yang turun hingga 37,72 persen. Bisa saja penurunan ini karena adanya kelesuan dari pasar internasional terhadap perhiasan dan permata,” jelasnya.

(ks-5)

Komentar