HCML fokus garap Lapangan MDA-MBH Sumenep

KANALSATU - Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Husky - CNOOC Madura Limited (HCML) akan segera menggarap lapangan MDA dan MBH. Kedua lapangan tersebut direncanakan akan mulai berproduksi pada 2019.

”Saat ini di kedua lapangan tersebut masih memasuki tahapan pemasangan platform yang diperkirakan selesai tahun depan. Kemudian pada 2019 kami harapkan sudah bisa berproduksi,” kata Head of Relations HCML Surabaya, Hamim Tohari, Jumat (16/6/17) di Surabaya. Kapasitas produksi kedua lapangan tersebut adalah 170 mmscfd per hari.

Hamim menambahkan bahwa, ada tiga lapangan yang akan dikembangkan, yakni lapangan MDA, MBH dan MDK. Tapi, kali ini masih fokus mengerjakan lapangan MDA dan MBH. Lapangan itu berada di 200 km sebelah timur Surabaya atau 75 km sebelah tenggara Madura. Kegiatan HCML saat ini adalah pembangunan konstruksi platform menggunakan kapal Hilong.

Sementara untuk lapangan MDK diperkirakan akan masuk produksi pada Juli 2017 dengan perkiraan total produksi mencapai 110 mmscfd per hari.

Ia mengungkapkan pihaknya sudah terikat kontrak di lokasi ini sejak 1982-2012, dan diperpanjang 20 tahun ke depan sejak 2012-2032. Sehingga, sisa masa kontrak sekitar 15 tahun lagi. ”Kalau tidak segera berproduksi, maka nilai keekonomiannya akan hilang. Ini menjadi tantangan bagi kami. Meskipun demikian, kegiatan sosial ke masyarakat Sumenep sudah kami lakukan,” ujarnya.

Setelah beroperasi, pihak HCML berjanji akan berpartisipasi langsung dalam program pengembangan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar daerah operasi. HCML juga meminta dukungan dari segenap pemangku kepentingan untuk mendukung kegiatan operasi hulu migasnya.

”Beberapa kegiatan yang kami lakukan dengan masyarakat sekitar lokasi di antaranya adalah memberikan bantuan ambulans untuk puskesmas, pemberdayaan petani rumput laut dan nelayan, serta peningkatan sarana pendidikan dan keagamaan di daerah terdampak,” jelasnya.

Diproyeksikan, hasil produksi gas dari lapangan MDA-MBH milik HCML tersebut nantinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pabrik pupuk, pembangkit listrik, dan industri lainnya di Jawa Timur.

(ks-5)

Komentar