Kalbe investasikan Rp200 miliar per tahun untuk riset

KANALSATU - Investasi besar harus dilakukan oleh industri farmasi, sebagaimana dilakukan oleh pabrikan obat papan atas internasioanal. Di Indonesia,  PT Kalbe Farma Tbk mengivestasikan Rp200 miliar tiap tahunnya untuk pengembangan riset dalam memproduksi obat-obatan dan inovasi baru di bidang farmasi.
    
"Penelitian dilakukan terus menerus karena sifatnya jangka panjang. Tiap tahun kami anggarkan Rp200 miliar untuk penelitian," kata Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk Vidjongtius di Jakarta, Selasa.
    
Meskipun penelitian yang dilakukan tidak selalu menghasilkan produk, lanjut dia, Kalbe tetap berkewajiban melakukan riset terus menerus untuk inovasi yang tidak boleh berhenti.
     
Berdasarkan hasil di tahun-tahun sebelumnya Vidjongtius memaparkan Kalbe bisa memproduksi 10 hingga 15 produk baru setiap tahunnya dari penelitian tersebut. Produk itu berupa obat-obatan resep, obat herbal, sampai produk nutrisi.
    
Vidjongtius juga mengemukakan proyek-proyek yang sedang dikembangkan oleh Kalbe Farma saat ini ialah produk biofarmasi yang berbasis biologi, serta stem cell genomik. Selain itu salah satu fokus Kalbe juga menghasilkan produk untuk penyakit kanker.
    
"Kita akan lakukan secara terus menerus supaya bisa menemukan obat-obat yang kita fokuskan dan menunjang pertumbuhan di masa depan," kata dia.
    
Dalam pengembangan riset Kalbe juga bekerja sama dengan perusahaan farmasi internasional dari AS, Jepang, China, dan Korea.  "Kolaborasi itu perlu agar lebih maju kami lakukan terus menerus karena dengan kolaborasi bisa melakukan percepatan, dbanding kita jalan sendiri dan waktunya lebih lama," kata dia. (Antara/ks))

Komentar