Jepang upayakan realisasi investasi 40 perusahaan di Jatim

ilustrasi

KANALSATU - Gubernur Jatim Soekarwo membahas soal 40 perusahaan asal Jepang yang telah mengurus ijin prinsip namun belum melakukan realisasi, diperkirakan nilai totalnya mencapai Rp. 2,5 triliun. Tawaran itu disampaikan Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim saat menerima Konjen Jepang di Surabaya, Mr. Masaki Tani , Selasa (6/6).

“Kami mohon bantuan Bapak Konjen agar ini bisa terealisasi rencana investasinya, dan kami siap membantu pihak investor Jepang jika ada kendala di lapangan,” kata Soekarwo.

Pakde Karwo mengusulkan, keempat puluh perusahaan tersebut dapat diundang dalam pertemuan santai namun formal dengan didampingi konjen. Pakde Karwo pun siap jika pertemuan itu dilaksanakan di Jepang atau di Jatim. Hal itu pernah dilakukannya saat one on one business di Gedung KBRI di Jepang, tahun lalu.

Pertemuan itu membuahkan hasil positif dimana terdapat delapan perusahaan besar asal Jepang yang melakukan perluasan usaha di Jatim, salah satunya adalah PT. Ajinomoto. 
Iestasi di Jatim dijamin menguntungkan, ada empat hal yang kami garansi, yakni ketersediaan lahan, pasokan listrik yang cukup, kemudahan perijinan, dan buruh yang berkualitas” ujarnya.

Sementara itu, Konjen Jepang di Surabaya, Mr. Masaki Tani menyatakan kesiapannya untuk mengakomodasi permintaan Pakde Karwo. Diantaranya dengan mengundang pimpinan perusahaan otomotif besar untuk berbicara lebih lanjut tentang pendirian pabrik di Jatim.

Terkait realisasi ijin prinsip, Mr. Masaki meminta Pakde Karwo untuk melampirkan data nama-nama 40 perusahaan yang belum realisasi. “Kami akan mengajak bicara mereka jika ada kesulitan yang dihadapi. Setelah itu, mereka akan kami ajak bertemu dengan Bapak Gubernur” katanya.

Masih menurut Mr. Masaki, Jepang dan Indonesia, khususnya Jatim telah menjalin kerjasama sejak lama, baik kerjasama dalam bidang budaya, pendidikan, sosial dan kemanusiaan. Karena itu, ia optimis kerjasama di bidang ekonomi akan semakin mempererat hubugan kedua belah pihak.(ks-4) 

Komentar