Dato’ Sri Tahir beri beasiswa wartawan Rp1 miliar

Doktor Dato’ Sri Tahir

KANALSATU - Bank Mayapada memberikan program beasiswa bagi wartawan anggota PWI Jatim untuk sekolah S2 berbagai prodi di Universitas Airlangga Surabaya. Total dana yang disiapkan untuk program tersebut sebesar Rp 1 miliar. Dukungan terhadap pendidikan jenjang S2 bagi wartawan ini berkat kepedulian Doktor Dato’ Sri Tahir, The Owner of Mayapada Group - terhadap dunia pendidikan. Mengenal lebih jauh Tokoh Pengusaha asal Surabaya ini, berikut catatan kanalsatu.com.

Hanya ada dua pengusaha asal Jawa Timur yang masuk daftar 10  besar orang terkaya Indonesia versi Majalah FORBES. Salah satunya adalah Doktor Dato’ Sri Tahir, The Owner of Mayapada Group. Pria kelahiran Surabaya, 26 Maret 1952 ini berhasil membukukan kapitalisasi asetnya hingga US$2 miliar atau Rp26,7 triliun (Rp13.350/US$). 

Tahir muda mengawali bisnisnya dari bawah, di Kota Pahlawan. Usahanya di sektor garmen (saat itu) tidak serta-merta berjalan mulus. Penuh tantangan dan perjuangan untuk tetap bertahan. Sebagai arek Suroboyo, Tahir (Ang Tjoen Ming) terus mengobarkan semangat dan kerja keras, sehingga akhirnya sukses sebagai pengusaha nasional.

“Kerja keras dan semangat tinggi adalah kunci utama sukses. Jangan lihat saya sekarang, tapi bagaimana  perjuangan saya dahulu menghadapi tantangan agar tetap bertahan, harus dijadikan motivasi untuk sukses,” kata Tahir dalam setiap kesempatan pidatonya di hadapan mahasiswa.

Tahir selama ini juga dikenal sebagai pengusaha yang memiliki komitmen tinggi dibidang pengembangan pendidikan, dan banyak memberikan motivasi kepada mahasiswa. Juga banyak menyumbangkan hartanya bagi pengembangan lembaga pendidikan yang akumulasi-nilainya sudah mencapai triliunan rupiah. Bukan hanya untuk kemajuan lembaga pendidikan nasional,  tapi juga di regional Asia dan Pasifik.

Kerja keras dan semangat tinggi tetap dipegang teguh oleh Tahir sampai sekarang - meski aset bisnisnya sudah melangit dan terus bertumbuh secara progresif seiring berkibarnya aneka usaha yang dikelola melalui bendera Mayapada Group. Usahanya sudah merambah ke banyak sektor, termasuk diantaranya sektor keuangan (bank, asuransi, finance), media (TV, cetak, online, saluran TV berbayar), property (konstruksi, mal, office, realestate, hotel, housing, industrial), serta sektor otomotif, garmen, energy, farmasi, rumah sakit, perkebunan, trading, dan rantai toko duty free shopping (DFS).

Di bidang properti, produk Mayapada Group banyak mewarnai Kota Jakarta, seperti Mayapada Tower, Permata Tower, dan Sona Topas Tower di jalan Sudirman. Masih di sektor properti, Tahir dikabarkan telah membuat masyarakat pengusaha Singapura terkaget-kaget, karena pengusaha asal Surabaya ini tengah menawar  menara/gedung milik Sun Venture Group yang berlokasi di jantung CBD  yakni Staits Trading Building di Battery Road, Singapura. Kabarnya Dato’ Tahir siap menggelontorkan US$ 560 juta (sekitar Rp7,4 triliun) untuk keperluan akuisisi gedung tersebut. Jika transaksi ini terjadi, maka disebut sebagai transaksi properti termahal di Singapura.

Di sektor keuangan, Tahir mampu menjadikan Bank Mayapada sebagai perusahaan publik yang tercatat di bursa efek dan memiliki jaringan lebih dari 140 kantor cabang di seluruh Indonesia. Bank Mayapada rmasuk pada kategori lima bank swasta terkemuka Indonesia yang dinilai tumbuh agresif. Sedangkan Mayapada Life, salah satu perusahaan asuransi milik Tahir dipercaya oleh Zurich Insurance yang berbasis Swiss untuk melakukan kerjasama bisnis.

Kepak sayap bisnis Tahir kini sudah meluas hingga ke mancanegara, membangun rantai bisnis dan relasi usaha dengan sejumlah perusahaan konglomerasi papan atas di beberapa negara, sehingga wajar jika kapitalisasi aset bisnisnya tahun lalu saja sudah mencapai US$2 miliar lebih. Meski demikian, Mayapada Group tetap berkomitmen tinggi untuk terus membangun ekonomi dalam negeri dan telah banyak berkontribusi melalui aktivitas investasi dan penyerapan tenaga kerja, termasuk di Jawa Timur, khususnya di Surabaya sebagai kota kelahiran Tahir.

Di bidang ekonomi, melalui Bank Mayapada, Tahir selalu mendorong pengusaha kecil-mengah (UKM) untuk terus maju mengembangkan usahanya. Bukan hanya support kredit, tapi juga pelatihan, workshop, dan akses pasar produk-produk UKM ke mancanegara. Serta membantu pemerintah dalam mengembangkan perekonomian nasional melalui kerjasama investasi dengan investor asing untuk masuk ke Indonesia.

Di puncak kejayaannya, Tahir tidak menikmati sendirian harta kekayaannya. Dia berbagi dengan banyak orang melalui aktivitas sosialnya sehingga dikenal sebagai salah satu tokoh  filantropi nasional yang rela menyumbangkan hartanya bernilai triliunan rupiah, khususnya bidang pendidikan dan kesehatan masyarakat. 

Di bidang kesehatan masyarakat, Tahir  pernah menyumbangkan kekayaannya sebesar US$75 juta dan melipatgandakan sumbangannya menjadi US$150 juta untuk kegiatan melawan aneka penyakit, khususnya TBC, HIV, dan Malaria di Indonesia - bermitra dengan Bill & Melinda Gates Foundation, yayasan sosial milik miliader terkaya di dunia asal AS, Bill Gates. 

Tidak banyak filantroper di dunia yang bisa bergabung dengan Bill & Melinda Gates Foundation yang didirikan oleh orang terkaya dunia Bill Gates, Dato’ Tahir yang menamatkan sekolahnya di SMA Petra Kalianyar Surabaya itu justru bisa merangkulnya untuk bersama-sama peduli terhadap kesehatan masyarakat di Indonesia.

Di bidang pendidikan, selain dikenal banyak membantu pengembangan lembaga pendidikan bernilai triliunan rupiah, secara pribadi Tahir banyak diapresiasi oleh sejumlah perguruan tingi ternama, termasuk Universitas Gajahmada Yogyakarta dengan memberikan gelar penghormatan Doktor Hc. Juga dipercaya oleh sejumlah universitas ternama di regional Asia dan Pasifik sebagai Wali Amanat. 

Atas rekam jejak prestasi, kiprah dan pengabdiannya itu, Tahir juga banyak menerima penghargaan yang sama dari sejumlah universitas ternama di dunia, termasuk dari University of California,  Berkeley, AS, atas kepemimpinannya yang dinilai luar biasa dalam bisnis dan pengabdiannya di bidang kegiatan filantropi dan pelayanan sosial kemasyarakatan. 

Sederet prestasinya yang luar biasa itu, sangat patut untuk diberikan penghormatan oleh asosiasi jurnalis: Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur berupa PWI JATIM AWARD 2017,  selain kiprahnya membanggakan –diharapkan ketokohannya bisa menjadi inspirasi, motivasi, serta becnhmarking kesuksesan bagi warga Jatim lainnya – khususnya generasi muda pemilik masa depan bangsa.(ks-1)

Komentar