Model komunikasi politik persuasif kultural Jokowi

Andi Budi Sulistijanto

KANALSATU.COM – Gaya komunikasi politik Presiden Joko Widodo yang dikenal merakyat kadang membuat sebagian pengamat politik di Indonesia dibuat bingung. Dengan stylenya yang kalem, tidak menunjukan sebagai seorang pejabat tinggi disertai dengan logat bahasa Jawa yang kental membuat semua orang enak untuk mendengarnya. Model komunikasi politik apa yang dilakukan Jokowi sehingga bisa menjadi orang nomor satu di Indonesia?

Hal ini dikemukakan oleh Andi Budi Sulistijanto dalam studi fenomenologi tentang keunikan gaya komunikasi ala Jokowi sebagai Presiden RI ketujuh demi meraih gelar Doktor Ilmu Komunikasi di Sekolah Pasca Sarjana Universitas Sahid, Jakarta, Selasa (23/05/2017).

Menurutnya, gaya komunikasi politik Jokowi seperti yang ramai disebutkan oleh berbagai media massa, elit politik dan tokoh masyarakat memberikan label  sebagai gaya komunikasi politik meja makan, gaya komunikasi minum teh beranda istana, gaya komunikasi anjang sana, gaya komunikasi pemimpin Pelayan masyarakat, dan gaya komunikasi sendiko dawuh dalam kultur jawa karena suka mendengarkan serta memperhatikan arahan kyai dan para seniornya. 

Andi yang akhirnya meraih predikat memuaskan dalam Disertasi Program Doktornya, menyatakan bahwa dalam penelitiannya tersebut menggunakan paradigma konstruktivisme yang memandang realitas kehidupan sosial terbentuk dari hasil konstruksi manusia. 

“Gaya Komunikasi Politik Jokowi mampu mengkonstruksi realitas sosial. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan kualitatif,  yang memungkinkan untuk melakukan kajian lebih luas dan mendalam (holistik),” jelasnya kepada kanalsatu.com, Kamis (25/5/2017). 

Diterangkan Andi, studi fenomenologi sebagai metode penelitian digunakan untuk mengungkapkan realitas yang tampak, atau yang menampakkan diri pada realitas gaya komunikasi ala Jokowi. “Penelitian ini menggunakan teori komunikasi politik Brian Mc.Nair dan teori gaya komunikasi Lc. Speir, sebagai pisau analisis dalam penelitian ini. Bahwa komunikasi politik dan gaya komunikasi adalah dua hal yang bisa dipertemukan dalam khasanah keilmuan Komunikasi Politik,” tambahnya. 

Sementara, teori Persuasi digunakan untuk memberi pengaruh atas pesan yang disampaikan Jokowi sebagai komunikator Politik ke khalayak. Hasil penelitian ini adalah terbentuknya dua konsep besar dalam gaya komunikasi dan model kepemimpinan Jokowi yaitu Public Servant Communication Style dan Sendiko dawuh Communication Style. “Saya berharap penelitian ini nanti dapat memberikan kontribusi akademis terhadap perkembangan  teori-teori ilmu komunikasi, serta manfaat praktis dan sosial,” cetusnya.

Temuan di lapangan, bahwa Jokowi memiliki gaya komunikasi yang unik dan berbeda dengan sejumlah Presiden sebelumnya. Dapat diilustrasikan, zaman Soekarno, para politisi disuguhkan dengan sosok presiden dengan gaya komunikasi yang menggelegar, berapi-api dan penuh retorika. Lalu masuk pada era Soeharto kita menyaksikan Presiden dengan gaya komunikasi ala Jawa, sederhana namun tetap menyajikan kuasa perintah layaknya barisan tentara.

“Pada sosok Habibie, para politisi melihat gaya komunikasi seorang Teknokrat sejati, Gus dur seorang cendikiawan yang bebas berkata-kata, sementara Ibu Megawati lebih sering berpuasa kata-kata, namun bertangan dingin. Sedangkan SBY seorang jenderal cerdas penuh dengan gagasan besar, namun seringkali ragu dalam mengambil keputusan,” urai Andi.

Sementara Bagaimana dengan Presiden Jokowi? gaya komunikasi politik Jokowi terbagi menjadi dua. Pertama, gaya komunikasi politik Public Servant Leadership. Dalam gaya komunikasi pelayan Public, Jokowi tidak membangun posisi sebagai seorang Presiden tapi merupakan pelayan rakyat Indonesia.

“Beliau tidak memasang jarak kuasa sebagai seorang Presiden namun lebih merepresentasikan sebagai mandataris rakyat yang kebetulan adalah seorang Presiden. Inilah gaya komunikasi politik seorang pelayan rakyat, bukan layaknya orang yang merasa sebagai pimpinan rakyat,” jelasnya.

Gaya komunikasi politik berbasis Public Servant Leadership adalah sebuah ciri dari seorang yang besar dengan latar belakang pekerja bukan pemberi perintah layaknya latar sejumlah Presiden terdahulu.

Kedua, sendiko dawuh. Gaya komunikasi pemimpin yang mendengar. Gaya komunikasi pemimpin yang mendengar merepresentasikan semangat kultural Jawa dan santri yang terbiasa menerima masukan dibandingkan memberikan perintah layaknya para atasan. “Ini yang membedakan dengan sejumlah presiden sebelumnya,” urainya.

Dari model komunikasi politik persuasif yang dilakukan oleh Presiden Jokowi, nampak bahwa gaya komunikasi Presiden Jokowi lebih menggunakan persuasi kultural. Inilah modalitas komunikasi politik yang dimiliki oleh Presiden Jokowi yang menjadi identitas utama komunikasi politik, dan yang membedakan dengan sejumlah Presiden sebelumnya. Sebuah gaya komunikasi yang menggabungkan antara sosok Pelayan Public dengan latar kultural Jawa dan kalangan santri.

“Sesuatu yang menjadi diferensiasi sosok Jokowi dibandingkan Presiden sebelumnya yang cenderung bermain pada gaya Komunikasi Politik yang berbasis retoris dan bermain pada High contects communication. Sementara Presiden Jokowi cenderung berada pada level low contects communication,” pungkasnya.(ks-8)

 

Komentar