Namanya disebut layak pimpin Jatim, La Nyalla: Saya istikharah dulu

IR. H. La Nyalla Mahmud Mattalitti

KANALSATU - Sejumlah media mulai menyebut-nyebut nama IR.H. La Nyalla Mahmud Mattalitti pada bursa Pilgub Jawa Timur yang akan digelar 2018. Tokoh yang kini menjabat Ketua Kadin Jatim dan mantan Ketum PSSI ini dinilai layak oleh banyak kalangan untuk memimpin Provinsi Jatim.

La Nyalla dipandang sebagai tokoh penting pada proses pilgub Jatim dalam 10 tahun terakhir. Pengalaman dan jaringannya yang luas sangat memungkinkan dirinya terpilih menjadi Jatim Satu. Sosok dengan kepemimpinan berkaratrer dan pekerja keras ini dinilai pas memimpin Jatim.

Sejauhmana tanggapan La Nyalla terkait penyebutan dirinya oleh sejumlah media pada Pilgub Jatim 2018, berikut wawancara dengan tokoh yang sejak muda dikenal punya banyak pengaruh ini. Berikut petikannya:

Nama Anda disebut-sebut oleh sejumlah media sebagai salah satu tokoh yang dinilai layak memimpin Jatiim.

Saya mengucapkan terimakasih apresiasi -nya. Tapi sejauh ini saya belum berpikir ke arah sana. Sebagai manusia, apapun profesi kita, harus selalu berupaya untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat, juga kepada bangsa dan negara.

Bukan hanya media yang mengkaitkan nama saya dengan Pilkada 2018, bahkan sudah banyak kalangan, ulama, dan tokoh masyakat yang datang langsung menemui saya meminta dan mendorong agar saya maju pada Pilgub 2018. Terimakasih saya dipercaya dan dianggap layak. Namun sejauh ini saya belum berpikir ke arah sana.

Seharusnya Anda bangga dan menjadikan kepercayaan itu sebagai peluang untuk Pilgub Jatim 2018.

Agama dan orang tua saya mengajarkan untuk tidak takabbur dan tidak sombong meski pujian datang silih-berganti. Kepercayaan publik tidak boleh serta-merta dimanfaatkan. Saya selalu yakin dengan apa yang saya lakukan. Kalau saya dianggap mampu, saya harus kembalikan kepada Allah SWT melalui istikharah untuk meminta petunjuk.

Saya hanya berprinsip melakukan yang terbaik pada hidup ini. Apapun profesi kita, prinsip itu harus dipegang teguh. Mari kita bersama-sama memberikan yang terbaik kepada kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Pengabdian dan keikhlasan harus ditempatkan pada posisi teratas. Tentu tetap dengan kerja yang baik, profesional dan berdaya saing. Saya selalu berdoa, apapun tugas dan tanggung-jawab yang dibebankan, mudah-mudahan selalu berbuah baik bagi kehidupan masyarakat.

Sebagai Ketua Kadin Jatim, bagaimana perspektif Anda tentang Jawa Timur ke depan.

Jawa Timur adalah provinsi yang luar biasa besar potensinya. Semua sektor yang ada di Jatim berdaya saing, baik pertanian, jasa, perdagangan, pariwisata, apalagi industri. Sehingga wajar jika PDRB Jatim mencapai Rp.1.800 triliun lebih, atau posisi kedua kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) setelah DKI. Terkait sumbangan ke PDB, PDRB Jatim hanya selisih kurang dari 2% dari DKI. Padahal nilai APBD Jatim sangat jauh lebih kecil dibanding DKI.

Kita harus akui kepemimpinan Gubernur Soekarwo telah meletakkan Jatim sebagai provinsi  yang relatif kuat secara ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Jatim selalu di atas rata-rata pertumbuhan nasional. Bahkan pernah mencapai 7,25%. Memang distribusi pertumbuhan itu belum merata, karena butuh waktu untuk mencapai ke arah sana (pemerataan ekonomi antar daerah di dalam provinsi). Ke depan, pemerataan itulah yang harus menjadi concern pembangunan ekonomi Jatim.

Menstimulasi kekuatan ekonomi ke arah pemerataan di Jatim memang bukan perkara mudah, tapi harus terus-menerus diupayakan. Tidak boleh tidak. Jumlah penduduk Jatim yang besar, bahkan lebih besar dari jumlah penduduk Malaysia dan Australia,  adalah tantangan yang tidak ringan untuk mencapai pemerataan ekonomi yang ideal. Tapi harus terus dikejar . Pasti bisa.

Dengan wilayah yang luas, apakah memungkinkan pertumbuhan Jatim bisa lebih merata.

Tidak ada yang tak mungkin dalam hidup ini sepanjang terus diupayakan. Jika kepemimpinan di provinsi ke depan bisa berjalan efektif, maka koordinasi dan komunikasi dengan kepala daerah di bawahnya (bupati/walikota)  bisa lebih kuat. Jangan lupa, fungsi utama jabatan gubernur adalah fungsi koordinatif.  Sebab yang punya wilayah dan punya rakyat adalah bupati/walikota.

Pemprov harus terus mendorong dan mengupayakan daerah-daerah tertinggal untuk diprioritaskan penguatan ekonominya agar pertumbuhan jadi merata. Distribusi investasi harus di arahkan ke wilayah sana. Tentu Pemprov juga mengupayakan penguatan infrastruktur agar investor berkenan. Fungsi Pemprov ke depan harus memainkan keseimbangan tersebut.  Pemprof harus menjadi inisiator dan negosiator utama ke pemerintah pusat untuk penguatan infrastruktur di daerah-daerah yang masih tertinngal secara ekonomi.

Jadi Anda yakin pemerataan ekonomi di Jatim bisa dicapai.

Kenapa tidak. Saya selalu yakin dengan apa yang saya katakan dan saya lakukan. Saya sudah membawa Kadin Jatim ke arah sana sejak lima tahun terakhir. Baik secara kelembagaan, maupun keseimbangan penguatan ekonomi antar pengusaha daerah. Kadin Jatim atas dukungan Pemprov Jatim sudah banyak membuatkan akses dan jaringan antara pengusaha daerah (kabupaten/kota) dengan kekuatan pasar ekonomi-bisnis regional maupun internasional.

Ke depan tumbuhnya industri harus diperbanyak ke daerah. Tentu infrastruktur dan akses transportasi diperkuat. Penguatan pelabuhan di wilayah pantura mulai dari Tuban hingga Banyuwangi, maupun wilayah selatan harus terus dikejar. Harus didorong juga tumbuhnya industrial estate di sekitar pelabuhan daerah,  dan secara terus-menerus dikawal perkembangannya.

Pemprov harus mapping problematika yang dihadapi masing-masing daerah terkait penguatan ekonomi-bisnisnya. Dicarikan solusinya dan dikawal ekskusi kebijakannya. Kekompakan antar kepala daerah adalah keniscayaan untuk diperkuat dalam rangka pemerataan ekonomi regional provinsi. Karena penguatan kawasan adalah sistemik yang harus didukung semua kepala daerah yang ada di kawasan tersebut. Baik kawasan Timur Jatim, Barat,  Selatan dan Utara.

Maka itu gubernur dan wakilnya harus mengetahui secara detil persoalan masing-masing daerah. Jika perlu tiap hari harus berada di daerah kabupaten/kota. Semua kekuatan yang dimiliki oleh provinsi harus di arahkan untuk penguatan kabupaten/kota. Karena sejatinya di situlah subtansi keberadaan, fungsi dan peran pemerintah provinsi dalam mensejahterakan rakyatnya. (win)

 

 

Komentar