Perang Bintang pecatur Jawa Timur

Wagub Saifullah Yusuf (Gus Ipul) usai membuka Perang Bintang bermain catur dengan peserta

KANALSATU – Perang Bintang, menjadi tajuk cabang olahraga catur Jawa Timur, dalam Kejuaraan provinsi (Kejurprov). Dalam kejuaraan tersebut, sudah teseleksi para pecatur terbaik se Jawa Timur, bertemu di Grand Final “Perang Bintang” di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, 25 – 28 Maret 2017.

Ketua Harian Persatuan Catur Seluruh Indoenesia (Percasi) Jatim Djumadi Marhein mengatakan, Grand Final dan Perang Bintang merupakan acara puncak dari kejuaraan, usai digelar di 7 korwil. Diantaranya, Surabaya, Madura, Jember, Kediri, Madiun, Bojonegoro dan Malang. "Total peserta 300 orang. Setiap korwil diambil 36 orang untuk bertanding di sini," kata Marhein.

Gelaran ini, lanjut ia, merupakan ajang pendataan guna menjaring atlet untuk tampil di even yang lebih tinggi. Tak hanya mempertandingkan kelas senior putra dan putri saja. Melainkan juga pertandingan kelas junior kategori A hingga G. Yang kemudian akan dijaring menjadi 50 nama terbaik dan lantas diklasemen. Ini sebagai upaya pendataan atlet catur di Jatim.

"Mereka nanti yang lolos pada kejuaraan ini, selanjutnya untuk senior akan diambil juara 1 hingga 3 dan diikutkan kejurnas. Sedangkan untuk kelas junior, ajang ini sebagai upaya seleksi guna tampil di kejurprov Mei mendatang di Jember."

Kejuaraan tersebut diikuti sejumlah nama ternama, seperti grand master GM Cerdas Barus, Master Rony gunawan dan Master Muhammad irvan. Para juara memperebutkan total hadia Rp 85 juta. Peringkat 1 hingga 50 seluruhnya mendapat hadiah.

Wakil Gubernur Saifullah Yusuf, hadir dalam pembukaan Grand Final ‘Perang Bintang”  berharap ajang ini bisa memunculkan atlet catur asal Jatim di dunia Internasional. Ia juga menyampaikan kepada pengurus Percasi Jatim, perlu ada pendataan melalui data base tentang potensi atlet catur Jatim. "Saya ingin catur ini membanggakan nama Jatim," katanya. (win16)

 

 

 

Komentar