DPR Komisi XI: Penanganan kasus pembobolan dana nasabah bank harus serius

KANALSATU –  Kementerian BUMN, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga penegak hukum (Kejaksaan, Kepolisian, KPK) diminta serius menangani skandal pembobolan uang nasabah di bank BTN, karena praktek semacam itu bisa menurunkan kredibilitas perbankan secara umum di mata masyarakat.

“Saya belum dengar kabar pembobolan uang nasabah di BTN. Nanti saya cek. Tapi jika benar, itu sangat berbahaya bagi perbankan secara keseluruhan. Perbankan itu lembaga kepercayaan karena keberadaannya terkait dengan sistem keuangan sebuah negara,” kata Muhammad Sarmuji, Anggota DPR RI Komisi XI yang membidangi perbankan, saat berada di Surabaya, Senin pagi (6/3/17).

Jika itu benar, Sarmuji meminta pemerintah (Menteri BUMN dan OJK) serta lembaga penegak hukum harus serius menangani masalah praktek pembobolan uang nasabah di bank BUMN, sebelum masalah itu sendiri meluas dan mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap perbakan. “Ini berbahaya. Makanya kasus itu harus ditangani secara serius,” tambahnya.

Sarmuji mengaku kaget saat dikonfirmasi soal pembobolan uang nasabah BTN di Banyuwangi sebesar Rp6 miliar. Lebih kaget lagi jika praktek semacam itu juga terjadi di sejumlah cabank BTN di jabodetabek hingga bernilai total ratusan miliar rupiah. “Nanti saya cek. Ini sangat membahayakan perbankan secara keseluruhan. Kita sudah punya LPS untuk membangun kepercayaan masyarakat atas dananya di perbankan. Ini jangan dirusak oleh oknum-oknum perbankan sendiri,” katanya.

Kasus pembobolan dana nasabah (deposito) di BTN Banyuwangi sangat disesalkan oleh manajemen bank BTN sendiri, dan kini kasusnya sudah ditangani Polres Banyuwangi. "Perbuatan itu melanggar hukum dan kami tidak mentolerir pegawai siapapun yang melanggar hukum," kata Eko Waluyo, Corporate Secretary BTN melalui siaran pers yang dimuat sejumlah media, Sabtu (4/3/2017).

Menurut Eko,  bank BTN berkomitmen untuk taat azas terhadap semua aturan-aturan yang ada, baik aturan internal maupun ekternal terkait dengan dengan perbankan. “Semua pegawai wajib mentaati semua aturan, dan oleh karena itu setiap waktu kami terus memperbaiki sistem bagaimana agar seluruh pegawai taat azas.”

Sementara itu, dari pantauan media, kasus pembobolan dana nasabah bank BTN di Banyuwangi itu terkesan menjadi kasus pidana perseorangan dengan tuduhan penggelapan oleh seorang pegawai BTN setempat berinisial Faw (28 th). Padahal dana nasabah itu dicuri dari sebuah sistem bank, karena pemilik deposito mengaku transfer dana itu dari bank lain ke BTN via RTGS yang artinya praktek itu pembobolan sistem bank.(win)

 

Komentar