Silat akan masuk ICH Unesco

ilustrasi

KANALSATU – Pencak Silat salah satu olahraga asli Indonesia, akan diusulkan Direktorat Jenderal Kebudayaan untuk menjadi warisan budaya tak benda ke dalam daftar Itangible Cultural Heritage (ICH) Unesco.

Hal itu, tertuang pada berita acara no 74890/MPK.E/HK/2016 : tentang Pemilihan Nominasi ICH Unesco dan surat nomor 2516/E.E6/KB2016 : tentang Pengumuman Nominaso ICH List Unesco tahun 2017.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Keoalahragaan (Dispora) Jatim,  Supratomo membenarkan kabar tersebut. Pada akhir Januari hingga awal Februari, sudah ada tim verifikasi dari Kemendikbud dan Dirjen Kebudayaan melakukan penelitian dan pengumpulan data perguruan silat di Kota Surabaya, Bangkalan dan Malang. "Tim verifikasi sudah mengumpulkan data perguruan pencak silat di Jatim," kata Supratomo, Jumat (3/2/17).

Pencak Silat, kata dia, sudah layak menjadi warisan budaya karena olahraga ini tidak hanya dipelajari oleh orang Indonesia saja tapi sudah berkembang ke beberapa negara.

Selain itu, pencak silat juga sudah ada semenjak era kerajaan. "Kalau batik bisa menjadi warisan dunia. Saya optimistis pencak silat juga bisa. Karena olahraga ini tidak hanya mengajarkan ilmu beladiri, tapi unsur religinya sangat kental," kata Supratomo.

Dihubungi terpisah, Pembina Pencak Silat Setia Hati Teratai (PSHT) Pusat, Aliadi Ika, mengaku bangga dan berharap pencak silat menjadi warisan dunia. Karena selain melatih jasmani, olahraga ini juga menempa rohani. "Selain membuat badan menjadi sehat, pencak silat mencetak manusia berbudi luhur," kata Aliadi.

Ia juga melihat, selama ini pencak silat sudah berkembang dan dipelajari oleh atlet dunia, bahkan saat ini banyak pelatih pencak silat Indonesia yang menjadi pelatih di luar negeri. "Ada 258 perguruan silat yang tercatat di Ipsi Jatim dan saat ini beberapa perguruan juga berkembang di luar negeri.”

Sementara itu, Bidang Wasit dan Juri IPSI Pusat, Fanan Hasanuddin, berharap pemerintah terus memperjuangkan agar pencak silat masuk menjadi warisan budaya dunia. "Sudah lama IPSI mengusulkan itu dan alhamdulillah sekarang mendapat respon dari pemerintah," tutup Fanan. (win16)

Komentar