Jatim tembus 100 Emas

KANALSATU – Sisa waktu beberapa hari pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 di Jawa Barat, saling kejar dalam perolehan medali masih cukup sengit terutama untuk memperebutkan peringkat kedua. Maklum untuk posisi teratas masih milik tuan rumah yang semakin tak terbendung dalam perolehan medali.

Kontingen Jawa Timur dan DKI Jakarta bersaing sengit untuk finish diposisi runner up, bahkan Minggu (25/9) siang, posisi Jatim sempat disalip DKI sebelum kembali unggul sore harinya. Bahkan pukul 15.00 WIB kemarin, Jatim sukses menembus torehan 100 medali emas setelah Elga Kharisma Novanda catat waktu terbaik di final nomor BMX. Tapi posisi ini masih belum aman karena DKI hanya terpaut beberapa keping di bawah Jatim.

Ketua Umum KONI Jatim Erlangga Satriagung usai koordinasi cabang olahraga (cabor) di posko pemenangan Jatim (25/9/16) malam, memang mengungkap posisi peringkat kedua jadi target utama melihat pencapaian Jabar yang masih kokoh di puncak klasemen. Karena itu, dia menegaskan setiap sub posko pemenangan cabor jangan sampai lengah dan fokus pencapaian target.

“Kita belum aman. Beberapa nomor yang dipertandingkan memang sudah pasti milik tuan rumah Jabar. Target kita, nomor-nomor proyeksi emas yang sudah ditetapkan, tidak boleh lepas hingga penutupan PON nanti. Nyesek (sesak, red) juga melihat hasil di beberapa cabor yang tidak sesuai target. Beruntung di nomor lain kita over target. Saya minta semua fokus untuk tidak lagi terulang gagal target,” tegasnya..   

Hingga kemarin, masih tersisa 234 dari total 756 pertandingan. Dengan hasil yang sudah menembus angka 100, langkah Jatim yang memang sejak awal targetkan 150 medali emas, dituntut tidak boleh lengah kendati mustahil mengejar perolehan Jabar. “Dari 200 nomor tambahan, separohnya memang milik Jabar. Di luar itu yang kita kejar bersaing dengan kontingen daerah lain terutama DKI,” sebutnya. Apalagi hari ini menyediakan 47 medali emas dari 17 cabor yang diperebutkan dari 36 nomor.

Sayangnya, misi itu tidak berjalan lancar. Beberapa cabor yang masuk nomor final kemarin, tidak bersahabat dengan Jatim. Seperti di anggar. Dua wakil putri Jatim yang digadang-gadang menambah emas, Dyah Permatasari dan Maria Wouran justru terhenti sebelum masuk final sabel. Apalagi kekalahan itu beraroma tak sedap karena ada indikasi kecurangan dalam perolehan poin.

Kejadian itu sangat dirasakan ofisial anggar ketika Dyah menghadapi Alida Mega Putri Salim pada babak 16 besar di Covention Hall Hotel Haris Kota Bandung kemarin. Atlet pelatnas ini sempat leading jauh. Namun jelang akhir duel, sentuhan pedang yang harusnya draw justru wasit memenangkan tuan rumah. “Setidaknya tiga kali kejadian itu terulang,” keluh Mohammad Rosdiansyah manajer anggar Jatim.

Kontroversi itu bahkan berlanjut hingga babak final. Alida yang bertemu dengan Damayanti sebenarnya sudah berakhir 14-15 untuk kemenangan Damayanti. Kendati tim pelatih maupun Alida tidak bereaksi setelah pengumuman itu, justru ofisial jabar yang naik ke atas panggung dan protes hasil akhir. Hingga tadi malam, keputusan siapa peraih medali emas nomor ini belum menuai kepastian.

Terkait kontroversi ini, sumber dari wasit PB Ikasi sempat mengungkap jika pengadil yang dipasang di final sabel putri hanya mendapat rekomendasi dari PB Ikasi. “Wasit yang bertugas di final sabel putri itu merupakan wasit floret. Tentu saja secara teknis berbeda dalam penilaiannya. Karena itu, PB Ikasi tidak mau bertanggungjawab jika ada polemik seperti ini,” sebutnya.(win12)

Klasemen sementara perolehan medali hingga pukul 23.00 WIB Minggu (25/9/16):

NOKONTINGENEPPrTOTAL
1JAWA BARAT16693107366
2JAWA TIMUR1049985278
3DKI JAKARTA938877271
4JAWA TENGAH183351102
5SUMATERA UTARA14122349
6PAPUA13102043
7RIAU12211649
8BALI12152552
9KALIMANTAN TIMUR9203968
10DI YOGYAKARTA8111635

 

Komentar