16 Tewas pada kecelakaan balon udara di AS

KANALSATU - Sebanyak 16 orang dikhawatirkan tewas setelah sebuah balon udara besar terbakar dan jatuh di pusat Texas pada Sabtu (30/07), menurut keterangan beberapa pejabat.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 7:40 waktu setempat, ketika balon udara itu jatuh di sebuah lapangan di dekat Lockhart, sekitar 30 menit dari selatan Austin, kata Lynn Lunsford dari Administrasi Penerbangan Federal (Federal Aviation Administration/FAA) dalam sebuah pernyataan.

“Sepertinya kali ini tidak ada korban selamat,” kata kantor sheriff daerah Caldwell.

“Ketika personel Tanggap Darurat dan Kantor Sheriff tiba di lokasi kejadian, tampak jelas bahwa kebakaran terjadi di bagian keranjang balon udara tersebut,” katanya dalam sebuah pernyataan yang diunggah di Twitter.

Penyidik FAA sedang dalam perjalanan ke lokasi kejadian, ucap Lunsford, dengan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (National Transportation Safety Board/NTSB) bertugas menangani penyelidikan tersebut.

Kepala penyelidikan NTSB Erik Grosof belum mengonfirmasi jumlah korban tewas atau luka. Dia hanya mengatakan kepada wartawan bahwa “saat ini kami sudah mengetahui jumlah korban jiwa.”

Gubernur Texas Greg Abbott menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang terkena dampak musibah tersebut.

“Kami turut berduka cita kepada korban dan keluarga mereka, serta masyarakat Lockhart,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Foto di situs jejaring sosial yang tampaknya menggambarkan kecelakaan tersebut menunjukkan sebuah balon udara sedang terbang di langit, dengan api berkobar di bawahnya.

Jika 16 orang dipastikan tewas, itu akan menjadi kecelakaan balon udara paling mematikan sepanjang sejarah, kata NTSB. Sebelumnya, jumlah korban tewas terbanyak dalam satu kecelakaan balon udara yaitu enam orang.(AFP/Ant/win)

Komentar