HMI Surabaya bedah buku "Ayat-ayat Yang Disembelih"

Ibrahim Rais? (berdiri) ketua yayasan dan mantan korban PKI 1965 dalam kesempatan bedah buku "Ayat-ayat Yang Disembelih" di gedung PGRI Jalan A. Yani? no 6-8 Surabaya.

KANALSATU - Isu kembalinya Partai Komunis Indonesia (PKI) di kalangan masyarakat, membuat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Surabaya beraksi. Bertepatan dengan beridirnya PKI tanggal 23 Mei, HMI Surabaya menggelar bedah buku berjudul "Ayat-ayat Yang Disembelih", Senin (23/5/2016) di Wisma Guru PGRI Surabaya, dan dihadiri Ketua Yayasan Kanigoro Ibrahim Rais yang juga seorang korban Gerakan 30 September (G30S/PKI).

Bedah buku berlangsung dua jam ini, Ibrahim banyak bercerita terkait kekejaman PKI pada peristiwa Kanigoro. Menurut Ibrahim, peristiwa Kanigoro merupakan kegiatan mental training yang diselenggarakan pada awal Januari 1965. Kegiatan berlangsung empat hari ini diserbu para pemuda rakyat dan BTI yang merupakan anggota PKI.

Bertempat di Desa Kanigoro, Kecamatan Keres, Kediri, semua pelajar Islam ditangkap, dilecehkan, diserang, dan aksi kekerasan lainnya. "Alquran diinjak, kepala para kiai diludahi dan dibuat mainan. Kemudian ditendang, dan diikat lalu dibunuh di tengah jalan," kata Ibrahim, Senin (23/5/2016).

Peristiwa Kanigoro, lanjutnya, merupakan reaksi dilakukan PKI untuk mengukur kekuatan lawan anti-PKI. Seperti Pelajar Islam Indonesia (PII). Tujuan PKI lanjut Ibrahim, ingin mengkudeta bangsa Indonesia. "Di Jakarta, kudeta PKI gagal karena wilayah itu telah dikuasai aparat terutama TNI. Sehingga mereka tidak bisa berkutik," jelas dia.

Terkait kilas balik tragedi Kanigoro, Ketua HMI Surabaya Widani Hilmi ZA menuturkan, kegiatan itu semata-mata bertujuan mengingat sejarah perjuangan organisasi yang telah peduli dengan bangsa. "Ini sebagai nilai luhur Pancasila dari ancaman gerakan radikal salah satunya PKI," ujarnya.(win12)

 

Komentar