REI, fungsi dan perannya pada pembangunan ekonomi daerah

HUT REI ke 44

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: getimagesize(http://kanalsatu.com/images/20160429-04213_90.png): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.0 404 Not Found

Filename: models/post_model.php

Line Number: 248

KANALSATU - Dalam usia asosiasi pengusaha pembangun perumahan yakni Real Estate Indonesia (RE) ke 44, sudah banyak yang dikerjakan dan sangat terasa manfaatnya bagi kehidupan masyarakat. Begitu juga peran dan fungsi REI Jatim terhadap pembangunan ekonomi  daerah.

Pada 14 – 16 April 2016, REI pusat akan memperingati HUT ke 44 di Kota Batam , Kepulauan Riau (Kepri).  Terkait dengan HUT REI, tulisan ini sebagai refleksi  untuk “mengapresiasi” peran dan fungsi REI selama ini, khususnya REI Jatim pada pembangunan perekonomian daerah.

Selain penyerapan tenaga kerja dan mendorong berkembangnya industri terkait properti dan perumahan, Keberadaan REI Jatim secara nyata telah ikut membantu dalam penataan dan membangun kota-kota baru (di kabupaten/kota) melalui pengembangan kawasan yang dilakukan oleh para anggotanya. Kawasan yang dibangun selalu diikuti oleh pertumbuhan ekonomi baru. Menggerakkan ekonomi sekitar kawasan, yang akumulasinya – kemudian - mengkontribusi PDRB kabupaten/kota/provinsi.

Banyak kawasan baru, bahkan “kota baru” di Jatim, yang cikal-bakalnya berawal dari permukiman yang dibangun oleh anggota REI Jatim.  Sebut saja, misalnya, Kota Baru Surabaya Barat. Pada awal 1970-an siapapun tidak membayangkan kawasan ini bakal tumbuh seperti sekarang. Tidak dipungkiri bahwa cikal-bakal Kota Baru Surabaya Barat diawali oleh anggota REI Jatim, yakni PT Darmo Permai, PT Darmo Satelite Town, dan PT Pembangunan Darmo Grande yang mendapatkan izin pembebasan lahan seluas 650 ha pada 1972. Mereka membangun perumahan mewah di sana.

Pada perkembangannya, siapapun kini bisa menyaksikan bagaimana maraknya pergerakan ekonomi-bisnis di Kota Baru Surabaya Barat, setelah sejumlah perumahan mewah ikut dibangun di sana – seperti Villa Bukit Emas, Bukit Darmo Golf, Kota Baru CitraRaya (CitraLand), Graha Family, Perumahan Adi Istana, dan Pakuwan Indah. Semua itu dibangun oleh Anggota REI Jatim.

Sejumlah perumahan mewah itu kini sudah integrated dalam satu kawasan, dilengkapi pusat bisnis dan komersial, seolah menjadi kota tersendiri yang terpisah dari pusat kota Surabaya. Sebagian masyarakat menyebutnya Kota Baru Surabaya Barat (d/h Kota Satelit). Ada banyak hotel di sana, perkantoran, mall/plaza, apartemen/kondominium, golf, dan puluhan proyek ruko berkelas.

Simbol-simbol bisnis utama seperti departemen store, supermarket, food court, café, rumah sakit, showroom mobil, bank dan sektor keuangan lain pun ada di sana. Bahkan sekolah bertaraf internasional pun tersedia. Kawasan ini kemudian menghidupkan poros utama yang menghubungkan dengan pusat kota Surabaya, yakni Jl. Mayjen Sungkono dan Jl. HR. Muhammad. Poros jalan ini kini tumbuh pesat sebagai pusat bisnis & komersial.

Pertumbuhan kawasan Surabaya Barat itu hanya salah satu contoh. Banyak contoh kawasan lain di Surabaya yang kini tumbuh pesat – yang prosesnya diawali oleh keberadaan komplek perumahan yang dibangun oleh anggota REI Jatim. Misalnya, kawasan Manyar dan sekitarnya yang kini tumbuh sebagai kawasan elit, cikal bakalnya adalah komplek perumahan Manyar Sindharu yang dibangun oleh PT Sinar Dharma Utama. 

Demikian juga pertumbuhan bisnis di Kawasan Kertajaya dan sekitarnya, yang berawal dari keberadaan komplek rumah mewah Galaxy,  yang dibangun oleh PT Sinar Galaxi. Kawasan itu kini tumbuh menjadi pusat bisnis dan komersial di Timur Surabaya. 

Atau juga kawasan bisnis Margorejo yang diawali oleh berdirinya perumahan mewah yang dibangun oleh PT Trijaya Kartika, yakni Margorejo Indah. Kini banyak ikon bisnis baru yang dibangun di Margorejo. Singkatnya, hampir semua kawasan ang kini tumbuh pesat sebagai pusat bisnis baru di penjuru Surabaya, semuanya diawali oleh permukiman yang dibangun anggota REI. 

Begitu juga di Sidoarjo, Malang, Pasuruan, Jember, Madiun, Mojokerto, Gresik, Lamongan, Kediri, Tuban, Probolinggo, Bangkalan, dan hampir seluruh kota di Jawa Timur, permukiman yang dibangun anggota REI Jatim selalu menjadi cikal-bakal tumbuhnya kawasan bisnis dan komersial baru. Menggerakkan ekonomi sekitar, dan menyerap banyak tenaga kerja.

Dari aspek tenaga kerja, sudah puluhan ribu orang yang ikut terlibat dalam proyek-proyek perumahan milik anggota REI Jatim. Mereka semua menghidupi keluarganya, membelanjakan uang hasil kerjanya— yang berarati ikut menggerakkan ekonomi sekitarnya. 

Dari aspek industri terkait, ada puluhan sektor industri bahan bangunan yang terlibat di dalam pembangunan perumahan milik anggota REI Jatim. Industri-industri itu pun ikut tumbuh – hingga ke tingkat distribusi di toko-toko; semen, tegel, besi, kapur, cat, peralatan bangunan, dan banyak lainnya. Rangkaian bahan bangunan itu, sejak dari pabrik hingga ke proyek bangunan,  banyak menyerap tenaga kerjanya. Singkatnya, sudah banyak yang dikerjakan oleh REI Jatim melalui aktivitas bisnis anggotanya. Mereka semua, ikut membangun provinsi ini. 

Meski belum mampu memenuhi kebutuhan target pembangunan perumahan yang ditetapkan oleh Pemprov Jatim setiap tahunnya sehingga angka backlog pembangunan perumahan terus bertambah, namun kontribusi REI Jatim sudah sangat besar – baik dalam konteks suplai unit hunian maupun peran sektor properti perumahan terhadap pembangunan perekonomian secara umum di Jatim. Selamat Ultah REI, khususnya REI Jatim. (redaksi kanalsatu/win5)

Komentar