Pengurus Golkar didaftarkan ke Kemenkumham

Politisi Partai Golkar Yorrys Raweyai.

KANALSATU - Susunan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang baru, sudah didaftarkan ke Kementrian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham). "Sudah diserahkan (ke Kemenkumham) minggu lalu, harapannya SK keluar minggu ini. Idrus Marham dan Nurdin Halid yang menyusun," kata politisi Partai Golkar Yorrys Raweyai, Senin (14/3/16).

Pada intinya, lanjut Yorrys, susunan pengurus DPP Partai Golkar yang baru harus rekonsiliatif dan berkeadilan. Dengan demikian, pihak-pihak yang tadinya masuk dalam kubu Munas IX Jakarta dimasukkan ke susunan pengurus terbaru. "Agung (Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas IX Jakarta Agung Laksono) sebagai waketum (dalam susunan pengurus DPP Partai Golkar yang baru)," paparnya.

Dengan terbitnya SK dari Kemenkumham, maka persiapan Munas akan lebih lancar. Yorrys pun menjamin Munas tetap digelar. "SK itu berlaku 6 bulan. Tidak bisa sampai 2019," terang Yorrys.

Seperti diketahui, Munas Partai Golkar batal digelar April mendatang. Melainkan pelaksanaan Munas diundur Mei atau Juli, berdasarkan hasil pertemuan terbatas antara Ketua Umum Partai Golkar Abu Rizal Bakrie (Ical) dengan sejumlah Ketua DPD I Golkar pada Senin (7/3/16). Pertemuan itu merupakan tindak lanjut pertemuan Ical dan Agung Laksono pada Minggu (6/3/16) malam.

Hal itu dikemukakan Wakil Bandahara Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo. "Hasilnya (pertemuan terbatas antara Ical dengan sejumlah Ketua DPD I), Munas direncanakan tentatif 27 Mei 2016 atau Juli 2016 usai hari raya Idul Fitri," kata Bambang di Jakarta, Selasa (8/3/16).

Apabila  informasi itu benar, maka tidak ada alasan lagi bagi DPD I dan II Golkar untuk pesimis tidak bisa mengikuti tahapan Pilkada Serentak 2017. Bambang menegaskan, kekhawatiran tentang ketidakjelasan waktu Munas tidak perlu dibesar-besarkan lagi karena sudah mulai terjawab.

Sementara soal kepesertaan Munas, akan dibicarakan lebih lanjut. "Para kader di pusat maupun daerah tidak perlu gamang dan meragukan komitmen ARB. Mudah-mudahan informasi yang saya dengar tidak salah," tegas Bambang.(win6)

Komentar