Seminar Konvergensi media di era digital

KANALSATU - Perkembangan teknologi komunikasi saat ini tumbuh dengan sangat pesat. Bahkan sifat temuannya sangat cepat, sehingga dapat menembus beberapa generasi sekaligus. Dahulu, sebelum teknologi komunikasi ditemukan, perlu beberapa generasi manusia untuk menemukan sebuah teknologi baru. Tetapi saat ini, satu, dua, tiga, bahkan empat generasi manusia dapat menikmati fasilitas teknologi yang sama.

Sejarah panjang perjalanan media massa di dunia mencatat, tantangan media massa dari zaman ke zaman mengalami pasang surut. Bagaiman kita mengetahui dalam abad pertengahan di Eropa, kehidupan media terkungkung oleh kekuasaan pemerintah monarki yang absolut. Pers harus melayani dan menjadi alat kekuasaan partai tanpa kebebasan.

Di Indonesia, media massa jaman Orde Lama sewaktu Presiden Soekarno berkuasa, kehidupan pers kita tumbuh didalam kungkungan sistem pers otoriter yang terselubung. Berita tidak lagi semata-mata menarik, tetapi harus memiliki tujuan yang sejalan dengan cita-cita bangsa untuk menyelesaikan revolusi nasional. Di samping diberlakukanya lembaga SIT (Surat Izin Tjetak), pembredelan dan pembrangusan terus berjalan terhadap penerbitan-penerbitan pers yang tidak sejalan dengan politik pemerintah.

Jaman Orde Baru dibawah kepemimpinan Jendral Soeharto, kehidupan pers Indonesia berubah dari sistem pers otoriter terselebung menjadi sistem pers otoriter yang terang-terangan. Pers kita terpasung dan menjadi “Pak Turut“. Orde Baru membuat rambu-rambu untuk membatasi kebebasan pers seperti SIUPP (Surat Izin Untuk Penerbitan Pers) untuk penerbitan pers dan sensor terhadap pemberitaan pers. Tidak cukup sampai disitu saja, pers kita juga dihantui praktek instansi militer yang sewaktu-waktu “meminta“ ditangguhkannya pemuatan berita hanya melalui telepon.

Dunia komunikasi Indonesia saat ini sedang dalam tahapan memasuki era baru yakni era konvergensi dan media baru. Konvergensi yang menghasilkan berbagai ragam media baru dan digital merupakan perpaduan tiga elemen sarana komunikasi yaitu jaringan komunikasi, komputer/teknologi informasi dan isi informasi dan media digital, atau yang lebih dikenal sebagai 3Cs yakni comunication Networks, Computing/Information Technology, Digitized Media and Information Content.

Dengan adanya era konvergensi dan aplikasi media baru ini akan membawa perubahan besar terhadap pola dan perilaku komunikasi masyarakat dalam konteks kehidupan individual, sosial budaya, ekonomi dan bisnis serta politik. Untuk itu, memasuki tahapan aplikasi konvergensi dan media baru ini diperlukan panataan kembali kebijakan dan regulasi komunikasi nasional.

Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2016 Persatuan Wartawan (PWI) Jawa Timur akan menggelar seminar yang bertema “Konvergensi Media Diera Digital” pada tanggal 26 Februari di Graha PWI Jatim, dan akan menghadirkan beberapa narasumber yang sangat kompeten dibidangnya masing-masing, baik itu media eletronik, televisi, cetak maupun online yang dalam perkembangannya dinilai menunjukan grafik yang meningkat. Bahkan keberadaan media online saat ini menjadi ancaman serius bagi media cetak seiring dengan semakin pesatnya teknologi yang berbasis comunication Networks, Computing/Information Technology, Digitized Media and Information Content.

“Kami berharap dalam seminar nanti bisa memberikan pencerahan bahkan masukan serta terobosan yang mumpuni terkait keberadaan media massa diera digital yang saat ini berbasis teknologi. Sehingga peran aktif media massa saat berbagai layanan dan teknologi komunikasi serta informasi (ICTS- Information and Comunication technology and Service) menjaga eksistensi media tersebut maupun pengembangan bisnis industri media yang lebih maju dan mengikuti perkembangan zaman,” jelas Ahmad Munir, Ketua PWI Jatim, Selasa (16/2/16).

Munir juga menambahkan kedepan, dominasi devisi media cetak, radio, televisi, juga online, tidak bisa dipisah-pisahkan lagi. Para praktisi bisnis media membutuhkan manajemen yang mampu mengkonvergensikan divisi bisnis medianya. “Konvergensi media dengan memanfaatkan teknologi multimedia menjadi keniscyaan yang tidak bisa di tolak. Integrasi antara media cetak, layar televisi, internet, dan telepon selular merupakan peluang bisnis yang besar di masa depan,” pungkasnya.(win12)

 

Komentar