Pertahankan lima emas di PON Jabar

KANALSATU - Cabang olahraga (cabor) balap sepeda Jawa Timur (Jatim), pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat (Jabar), punya tugas berat. Setidaknya, harus tetap mempertahankan lima medali emas, raihan dari kualifikasi PON.  

Koordinator pelatih balap sepeda MTB dan BMX balap sepeda Jatim, Sugeng Trihartono mengatakan, hasil di Pra PON yang digelar di Bandung pada 2-10 September 2015, jadi patokan KONI Jatim untuk menentukan target emas di PON 2016. Ketika di Pra PON, Jatim merebut juara umum dengan raihan lima emas. “Dengan hasil ini, kami memang ditarget lima emas di PON mendatang,” kata Sugeng, Minggu (27/12/15).

Dijelaskan, target lima emas ini lebih tinggi dari raihan Jatim pada PON Riau 2012 lalu. Saat itu, Jatim meraih tiga emas dan di antaranya diraih di nomor BMX putri. Dengan target yang lebih tinggi, maka dari 20 atlet yang dimiliki Jatim, peluang meraih emas ada di nomor downhill putra dan putri yakni Popo Ariyo dan Fitrianti Rianti, lalu nomor BMX putri Elga Kharisma, nomor tim track 4000 m, serta road race beregu putra. “Ada 21 nomor yang dilombakan dan kami berusaha mengambil lima emas,” katanya.

Tak hanya itu, dengan target itu, maka pihaknya akan berusaha mengamankannya, karena peluang merebutnya cukup besar.

Pihaknya memang fokus mengamankan target lima emas, karena lebih mudah dibandingkan merebut juara umum. Dia melihat kekuatan pembalap sepeda lain seperti tuan rumah Jabar, DKI Jakarta dan DI Jogjakarta menjadi pesaing berat Jatim di PON mendatang.

“Kekuatan mereka merata di semua nomor, semua mendapatkan emas di semua nomor juga terbuka. Namun meski juara umum berat diraih, Jatim tetap berupaya maksimal,” ujar Sugeng.

Beberapa langkah akan dilakukan Jatim agar raihan juara umum bisa digapai. Itu seperti pengajuan tambahan kuota atlet 3-5 pembalap sepeda ke KONI Pusat.
Jika ada tambahan, maka peluang merealisasi target lima emas sekaligus juara umum bisa direbut. (win16)

Komentar