PUSPPITA siap jadi partner pemerintah atasi bencana

Direktur PUSPPITA Dr. Hendro Wardhono, M.Si

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: getimagesize(http://kanalsatu.com/images/20151110-190703_47.jpg): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.0 404 Not Found

Filename: models/post_model.php

Line Number: 248

KANALSATU - Berawal dari banyaknya musibah bencana alam yang terjadi di Indonesia, terutama rusaknya 56 hektar lahan akibat kebakaran hutan di Jawa Timur serta meninggalnya 4 "Pahlawan" relawan kebakaran hutan yang terjadi di Ponorogo.

Maka untuk mengantisipasi hal tersebut, mantan Kepala BNPB Syamsul Maarif meresmikan berdirinya PUSPPITA (Pusat Penelitian dan Pelatihan Indonesia Tangguh). Peresmian yang bertepatan dengan Hari Pahlawan tersebut dilaksanakan di Kantor Pusppita beralamatkan di komplek perumahan Surya Inti Permata Juanda Indonesia, Selasa (10/11/15).

PUSPPITA (Pusat Penelitian & Pelatihan Indonesia Tangguh) merupakan sebuah organisasi yang concern terhadap pengembangan riset-riset kebencanaan dalam mewujudkan Indonesia Tangguh.  Selain itu melalui organisasi (PUSPPITA) ini, diharapkan kegiatan penelitian kebencanaan dapat dibantu untuk dipublikasikan sehingga bisa menjadi rujukan ilmiah/strategis bagi lembaga-lembaga akademis, pemerintah/non pemerintah dalam merumuskan atau merencanakan program-program penanggulangan bencana ke depan dengan lebih baik.

“Tentunya juga sebagai mitra pemerintah dan organisasi kebencanaan lainnya dalam rangka memberikan masukan/saran dan rekomendasi program-program penanggulangan bencana yang dapat memperkuat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana yang didasarkan atas penguatan sinergitas tiga pilar dalam penangulangan bencana, yakni pemerintah, masyarakat dan dunia usaha,” jelas Dr. Hendro Wardhono, M.Si, Direktur PUSPPITA.

Launching PUSPPITA oleh Dr. Syamsul Maarif, M.Si.

Latar belakang dibentuknya PUSPPITA adalah sebagai negara yang berkembang serta beradab Indonesia pernah mendapatkan perhargaan “Global Champion Disaster Risk Reduction” oleh dunia, untuk itu Indonesia mempunyai tanggung jawab moral untuk menyelesaikan segala permasalahan bencana.

“Oleh karena itu partisipasi secara nyata untuk memberikan kontribusi terhadap riset-riset kebencanaan dalam negeri ini melalui pendirian atau pembentukan organisasi yang concern terhadap pengembangan riset-riset kebencanaan dan adaptasi perubahan iklim dalam mewujudkan Indonesia tangguh (PUSPPITA) sekaligus mengangkat state of the art riset kebencanaan dalam penelitihan di Indonesia,” tambahnya.

Ruang lingkup kegiatan PUSPPITA adalah Mengembangkan kajian/penelitian sebagai rujukan dalam rangka formulasi, implementasi dan evaluasi kebijakan penanggulangan bencana dalam tahapan pra bencana, tanggap darurat maupun pasca bencana.

“Sebagai mitra pemerintah memberikan rekomendasi program-program penanggulangan bencana yang dapat memperkuat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana. Menyelenggarakan kegiatan seminar, diskusi, workshop/lokakarya, Focus Group Discussion (FGD) dan melakukan kegiatan konsultasi dan advokasi kebijakan pendidikan dan pelatihan,” urainya.

Sementara itu Syamsul Maarif menyatakan bahwa sebagaian besar bencana di Indonesia disebabkan oleh banyak faktor, dan yang sering terjadi adalah bencana hydro metrologi. Kalau dihitung paling banyak terjadi dan menelan kerugian yang cukup besar, dimana eksploitasi lingkungan yang terlalu dipaksakan dan juga tingkat pemahaman terhadap lingkungan kurang sehingga mengakibatkan kerusakan yang cukup parah dan mengakibatkan bencana alam yang dampaknya sangat merugikan.

“Kedepan, dengan dibentukanya PUSPPITA diharapkan kajian-kajian dengan menitik beratkan apda teknologi canggih untuk menekan angka kerusakan bisa dimaksimalkan dengan baik. Dan kita akan menjadi partner pemerintah untuk menekan angkan kerugian akibat bencana alam di Indonesia, sehingga dampak kerusakan lingkungan yang berakibat pada bencana bisa diminimalis,” jelasnya.(win12)

 

Komentar