PT PWU Jatim nanggung utang besar

KANALSATU - Kinerja PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim, salah satu BUMD milik pemprov Jatim parah, Pasalnya, setoran PAD pada prognosis tahun 2015 turun drastis dan tidak wajar dibanding tahun-tahun sebelumnya.? Bahkan PT PWU Jatim juga memiliki hutang totalnya hampir Rp 80 miliar ke berbagai bank dengan bunga antara 12-16 persen per tahun.

Hal ini yang membuat Komisi C DPRD Jatim kebakaran jenggot, dan akan menggelar rapt demi menyelamatkan aset PT PWU yang digadaikan untuk jaminan utang. Maklum saja, PT PWU kini  hutang ke Bank Danamon sebesar Rp14 miliar bunga 12% dengan jaminan aset berupa Hotel Bekizaar. Kemudian, ke bank lain bunga 12% per tahun dengan jaminan aset berupa Hotel Varna sebesar Rp 13,5 miliar.?

?"Aset-aset yang dijadikan jaminan itu merupakan aset yang iddle atau layak untuk pengembangan usaha PT PWU. Patut diduga ini bagian cara penghilangan aset pemprov Jatim dengan cara culas dan profesional," tegas Thoriqul Haq ketua Komisi C DPRD Jatim usai hearing dengan PT PWU Jatim, Rabu (28/10/2015).

?Politisi asal PKB itu juga khawatir Gubernur Jatim selaku pemegang saham mayoritas PT PWU Jatim dijebak dan tidak dilapori secara rinci dan mendetail menyangkut temuan masalah baru yang dihadapi PT PWU Jatim. "Terbukti, Biro Perekonomian selaku koordinator BUMD-BUMD milik pemprov Jatim juga baru mengetahui soal ini karena tak pernah dilapori," ungkapnya.?

?Bukan itu saja, lanjut Thoriq, Biro Administrasi Perekonomian Setdaprov Jatim juga sempat membantah ketika PT PWU memaparkan prognosa deviden yang hendak disetorkan tahun 2015 yang hanya Rp5 miliar. Padahal, keuntungan sebelum dipotong pajak tahun-tahun sebelumnya jauh di atas itu.?

?"Tahun 2011 keuntungan PWU sebelum dipotong pajak sebesar Rp 16,8 miliar, 2012 turun menjadi Rp 14,7 miliar, 2013 naik lagi menjadi Rp 19,1 miliar, 2014 turun menjadi Rp 12,9 miliar  dan prognosa 2015 turun tidak wajar menjadi Rp 5 miliar," beber politisi asal Lumajang ini.?

?Padahal, BUMD lain milik Pemprov Jatim kendati kondisi ekonomi kurang stabil, namun deviden yang disetorkan turun tapi masih dalam kewajaran. Dicontohkan, PT SIER  deviden tahun 2014 sebesar Rp 8 miliar tapi 2015 turun sekitar Rp 1,5 miliar tinggal Rp 6,5 miliar.?

?"Kalau PWU turun dari Rp 12,9 miliar menjadi Rp 5 miliar itu jelas tidak wajar. Sekarang ini belum krisis tapi hanya perekonomian kurang stabil. Kalau hanya segitu, yah sama saja PWU tidak kerja, jadi sudah selayaknya Arif Afandi selaku Dirut PT PWU dilengserkan," tegasnya.?

?Menurut Thoriq, temuan ini menambah daftar rapot merah Arif Affandi lantaran sebelumnya juga disorot Komisi C lantaran menyewakan aset PT PWU untuk usaha prostitusi terselubung (Czaar Spa dan Penthouse Club) kepada pihak ketiga. Bahkan, audit performance PT PWU Jatim hingga saat ini tak pernah diberikan dengan transparan.?

?"Saya tegaskan lagi bahwa Dirut PT PWU Jatim itu dalam memimpin BUMD milik pemprov Jatim menggunakan cara culas, curang dan profesional untuk menghilangkan aset-aset milik Pemprov yang dikelola PT PWU Jatim," pungkasnya.(win12)

 

Komentar