Demokrat kecam aksi teror pegawai KPK

Sekretaris Fraksi Demokrat DPR RI Didik Mukrianto.

KANALSATU - Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR RI Didik Mukrianto mengecam keras aksi teror terhadap institusi dan pegawai KPK. Tindakan tersebut tidak bisa ditolerir karena dapat mengganggu kinerja penegak hukum yang menjalankan tugas pemberantasan korupsi.

“Tindakan tersebut sangat tidak bisa ditolerir apalagi ditujukan kepada aparat penegak hukum yang sedang menjalankan tugas dan tanggungjawab penegakan hukum dan pemberantasan korupsi seperti KPK,” kata Didik di Jakarta, Jumat (13/2/15).

Menurut dia, tindakan teror dapat dikategorikan dalam sebuah tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335 KUHP jo Pasal 29 dan Pasal 45 UU ITE apabila ancaman tersebut melalui dokumen/informasi elektronik.

Anggota Komisi III DPR RI itu meminta KPK yang menerima teror harus segera melaporkan kejadian itu dan memberikan data yang cukup kepada kepolisian untuk ditindakhanjuti. “Aparat kepolisian mohon segera melakukan langkah-langkah konkrit terhadap laporan tersebut. Sebab, teror itu bisa menghambat penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.”

Didik menyatakan, tindakan teror seperti itu di era globalisasi dan keterbukaan demokrasi bukan hanya menjadi hambatan, melainkan juga menjadi persoalan serius yang harus segera dituntaskan. “Tidak boleh teror berkeliaran bebas di negeri ini.”

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan eskalasi ancaman terhadap KPK sangat serius, karena menyangkut nyawa. Ancaman seperti itu sudah sering terjadi, tetapi saat ini harus diberi konteks ada sesuatu yang sistematis sedang terjadi.

“Beliau (Presiden) menerima informasi ini serta berjanji akan mengambil langkah-langkah tegas untuk meminimalkan ancaman dan potensi ancaman yang akan datang,” ujar Bambang.

Presiden Joko Widodo mengaku sudah berkoordinasi dengan Kepolisian RI dan KPK terkait ancaman yang diterima pegawai lembaga antirasuah tersebut. Presiden juga menginstruksikan agar kepolisian bisa menangkap pelaku teror itu.(win13/win10)

Komentar