"Jangan dianggap kita setujui Perppu berarti merapat ke KIH"

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.

KANALSATU - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menegaskan, Koalisi Merah Putih tidak pernah mengingkari kesepakatan dengan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), terkait dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Tapi dengan adanya partai politik (parpol) di KMP yang mendukung Perppu Pilkada, yakni Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat, bukan berarti telah merapat ke Koalisi Indonesia Hebat.

"Kita lihat saja. Dari Juli juga orang meramal kalau KMP akan pecah. Ini Desember masih aman-aman saja. Jangan dianggap kalau kita menyetujui Perppu (Pilkada) berarti merapat ke KIH ," kata Fadli di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (9/12/14).

Sejauh ini belum ada fraksi di DPR yang menyatakan sikap terkait Perppu Pilkada. Fadli optimistis KMP tetap solid dan menaati aturan main berupa kesepakatan dengan SBY.

"Saya yakin KMP tetap solid. Masalah Perppu ini belum menjadi keputusan, dan saya yakin KMP sangat taat sama aturan main. Apa yang menjadi keputusan bersama konsensus itu akan ditaati," tegasnya.(win6)

Komentar