Singapura senang Indonesia ratifikasi pakta polusi udara

KANALSATU - Pemerintah Singapura menyambut baik keputusan DPR RI yang menyepakati ratifikasi Perjanjian Polusi Asap Lintas Batas Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Ratifikasi itu dinilai tepat waktu, karena jumlah titik api di Sumatera dan Kalimantan makin meningkat.

“Polusi asap lintas batas telah mengganggu wilayah kami selama beberapa dekade. Ada kebutuhan mendesak untuk bertindak efektif dari sumbernya, termasuk pencegahan, investigasi dan penegakan hukum terhadap perusahaan yang bersalah atas kabut itu,” kata Kementrian Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Air Singapura dalam pernyataannya, Selasa (16/9/14).

Ratifikasi tersebut muncul 12 tahun setelah perjanjian regional pertama yang mewajibkan Indonesia menguati kebijakan dan penegakan hukum terhadap kebakaran hutan. Ketegasan itu juga mencakup penanganan penyebab asap lintas batas dan berpartisipasi di daerah tentang masalah pengambilan keputusan.

Kualitas udara Singapura baru-baru ini jelas memburuk. Indeks Pencemar Standar (Pollutant Standart Index/PSI) dalam kondisi tidak sehat karena tercatat mencapai angka 113. Kondisi diprediksi makin menguatiri, Selasa, karena pengaruh perubahan arah angin.

“Karena itu, Ada kebutuhan mendesak untuk melakukan tindakan yang lebih efektif di lapangan. Singapura berharap kerjasama lebih erat dengan pemerintah Indonesia dan mitra ASEAN untuk mengatasi masalah yang terus berulang ini,” kata Menteri Lingkungan dan Sumber Daya Air Singapura Vivian Balakrishnan dalam posting di media sosial.

Praktek tebas bakar untuk membuka lahan bagi keperluan pertanian masih terlihat di pulau Sumatera. Aksi itu ‘memroduksi’ kabut yang kadang-kadang mempengaruhi negara-negara tetangga dan daerah.

PSI milik Pemerintah Singapura membaca kualitas udara di Singapura dan Malaysia mencapai lebih dari tingkat berbahaya tahun lalu. Kondisi tersebut mendorong seruan untuk lebih banyak upaya mengurangi jumlah titik-panas.

Indonesia telah melakukan pelbagai upaya untuk mengurangi jumlah hotspot tersebut, tetapi tampaknya masalah masih menantang.(win10)

Komentar