HPP gula rendah, penjualan bibit tebu kualitas turun

KANALSATU - Akibat rendahnya harga gula yang sudah ditetapkan, membawa pengaruh negatif kepada penjualan bibit. Dimana penyerapan bibit tebu terutama yang kualitas unggul mengalami penurunan karena banyak petani yang tidak membeli bibit baru.

“Bagi petani, tahun ini cukup berat karena harga gula lelang dirasa sangat rendah. Karena itu sebagian besar memilih tidak melakukan replanting atau peremajaan,” kata Direktur Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI), Aris Toharisman, Kamis (4/9/14).

Aris Toharisman menjelaskan dari penjualan bibit induk sebanyak 12 juta mata, penjualan bibit induk untuk kualitas unggul hanya 5% saja. Sedangkan 95% lainnya merupakan bibit induk yang berasal dari bantuan sosial pemerintah.

Padahal di tahun sebelumnya, penjualan bibit induk unggul hampir 10% dari total penjualan bibit induk. Baru 90%-nya merupakan bantuan sosial.

Bibit induk unggul sebenarnya diharapkan bisa meningkatkan produktivitas tebu. Karena, saat ini bibit induk dengan kualitas terbaik yang dipunyai P3GI diklaim memiliki produktivitas 12% lebih tinggi daripada bibit induk biasa.

Menurut Aris kondisi seperti ini tentu akan berpengaruh pada produktivitas tahun ini. “Tidak hanya sampai disini saja, produksi gula tahun depan juga akan terdampak karena kualitas tanaman sangat berpengaruh terhadap produktivitas,” ujarnya.

Ia memperkirakan produksi gula tahun ini mengalami penurunan sebesar 10-15% per hektare. Meskipun ada kenaikan rendemen, penurunan produktivitas tidak bisa dikompensasi dengan kenaikan rendemen. Aris memproyeksi produksi gula tahun ini hanya 2,5 juta ton.(win8/12)

Komentar