Bakar sampah penyumbang terbesar polusi udara

KANALSATU - Ini kabar peringatan untuk para penyuka bakar sampah. Sebuah penelitian di Amerika Serikat makin mengukuhkan tingkat bahaya kebiasaan membakar sampah di tempat terbuka tanpa pengawasan. Faktanya, aksi bakar sampah itu merupakan salah satu penyumbang tertinggi polusi udara.

“Lebih dari 40% pembakaran sampah di seluruh dunia menjadi ‘penyumbang’ besar pada perubahan iklim. Pembakaran sampah yang tidak terkendali adalah sumber utama polusi,” kata peneliti dari Pusat Penelitian Atmosfer Nasional AS (NCAP), Kamis (28/8/14).

Penelitian yang dipublikasikan Times itu mengungkap, partikel merkuri dan hidrokarbon aromatik polisiklik dilepaskan selama proses pembakaran. Dalam kadar yang banyak, partikel tersebut rentan menyebabkan masalah kesehatan seperti gangguan saraf, kanker dan serangan jantung.

Hasil penelitian tersebut juga menunjukkan, kondisi akan memburuk, karena pembakaran sampah di tempat terbuka di seluruh dunia semakin merajalela. Kebanyakan pelaku pembakaan sampah warga di negara-negara berkembang yang tak acuh dengan dampaknya.

Para peneliti NCAP melakukan perbandingan antara jumlah penduduk dan produksi sampah per kapita dengan perhitungan resmi pembuangan sampah yang berlaku di setiap negara di dunia. Perbandingan itu untuk memerkirakan tingkat bahaya emisi hasil pembakaran sampah. Hasilnya cukup mengejutkan, peneliti memerkirakan setiap tahun ada sekitar 1,1 miliar ton atau 41% dari total sampah di seluruh dunia yang dibakar dengan cara yang tidak tepat.

“Negara penghasil limbah terbanyak adalah Tiongkok, AS, India, Jepang, Brasil dan Jerman. Sedangkan negara yang menjadi penyumbang emisi terbanyak adalah Tiongkok, India, Brasil, Meksiko, Pakistan dan Turki,” demikian kata para peneliti.(win10)

Komentar