PG Kremboong jadi model pengelolaan pabrik gula

KANALSATU - Industri gula nasional terus berupaya mendorong efisiensi pabrik. PT Perkebunan Nusantara X (Persero), misalnya, mengoptimalkan efisiensi pabrik gula (PG). Salah satunya dengan mengoptimalkan manajemen ampas tebu.

Direktur Utama PTPN X Subiyono mengatakan, ampas tebu adalah bahan bakar hasil produk samping dalam proses pengolahan tebu menjadi gula. Satu ton tebu bisa menghasilkan sekitar 300 kilogram ampas yang bisa digunakan untuk bahan bakar pabrik.

"Ampas tebu itu bahan bakar alami. Jadi kalau PG bisa menghasilkan ampas, berarti PG itu efisien. Ampasnya bisa digunakan untuk menggerakkan mesin tanpa harus menggunakan BBM atau batubara," kata Subiyono yang juga Ketua Umum Ikatan Ahli Gula Indonesia (Ikagi), Selasa (19/8/14).

Subiyono menjelaskan dulu Belanda sudah mendesain semua PG bisa mandiri dengan ampas tebu sebagai bahan bakar. Namun, dalam perjalanannya, banyak PG di Indonesia yang justru menggunakan bahan bakar fosil yang sangat mahal, sehingga menimbulkan inefisiensi.

Karena itulah, sejak empat tahun terakhir, PTPN X merngoptimalkan ampas sehingga penggunaan bahan bakar fosil makin menurun. Bahkan, tahun depan ditargetkan bisa zero BBM untuk pengoperasian pabrik.

"Kami jadikan ampas tebu sebagai indikator. Jika PG tidak bisa hasilkan ampas tebu, berarti PG tersebut tidak berkinerja baik. PG yang bisa menghasilkan ampas tebu berarti kinerja mesinnya baik. PG yang bisa menghasilkan ampas tebu juga menunjukkan budidaya lahan yang baik," jelasnya.

Dia mencontohkan kinerja PG Kremboong yang mempunyai manajemen ampas yang baik. PTPN X telah menginvestasikan dana sekitar Rp3 miliar untuk PG Kremboong, antara lain untuk mesin press ball dan conveyor radial.  Dengan revitalisasi pada 2013, saat ini kapasitas giling PG Kremboong mencapai 2.700 ton tebu per hari. PG Kremboong bisa menghasilkan 2,8 ton ampas per jam.

PG Kremboong menghasilkan 5.103 ton ampas tebu pada 2013. Dengan kelebihan ampas tersebut, PG Kremboong bisa memakainya untuk bahan bakar operasional pabrik pada tahun ini, sehingga tidak membutuhkan BBM.

Bahkan, ampas tersebut bisa dipasok untuk PG lain dan dijual ke pihak lain. Hingga akhir musim giling ini, PG Kremboong menargetkan bisa mendapatkan kelebihan ampas sekitar 8.480 ton yang akan dijual, sehingga bisa mendapatkan keuntungan ekonomis.

"PG Kremboong menjadi model yang baik (role model) pengelolaan PG berkapasitas giling antara 2.000-3.000 ton tebu per hari. Dan PG dengan kapasitas tersebut sangat banyak di Indonesia," pungkas Subiyono.(win8/12)

Komentar