"Klaim kemenangan Jokowi-JK refleksi kepanikan"

KANALSATU - Klaim kemenangan kubu pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) sebesar 65% di Pemilu Presiden (Pilpres) 2014, dinilai sangat tidak berdasar. Bahkan hal itu hanya dianggap sebagai bentuk kepanikan, lantaran elektabilitas rivalnya Prabowo Subianto-Hatta Rajasa terus menunjukkan tren positif.

Hal itu disampaikan Pengamat politik dari Universitas Pramadina Herdi Sahrasad. "Itu (klaim kemenangan kubu Jokowi-JK) bagian dari refleksi ketakutan. Kekuatiran akan kalah. Klaim Jokowi 65% tidak cukup bukti," kata Herdi, Senin (30/6/14).

Hal lain yang juga merupakan refleksi ketakutan kubu Jokowi-JK, menurut Herdi, adalah serangan yang terus dialami Prabowo. "Tim Jokowi lebih agresif serang Prabowo sebagai refleksi dari kepanikan, karena elektabilitas Prabowo terus menanjak," tandasnya.

Selain itu, Herdi pun menyoroti penampilan Jokowi saat acara debat kandidat. Menurutnya, Jokowi kurang memiliki gagasan dan visi-misi yang kuat untuk membawa Indonesia ke depan.

"Dalam debat capres saja, Jokowi masih lihat catatan. Bagaimana nanti di level dunia, berdebat dengan pemimpin dari negara lain di G20, APEC, atau Asia Timur," cetus Herdi.(win6)

Komentar