Politik uang ancam tren positif Prabowo-Hatta

KANALSATU - Pengamat politik dari Universitas Brawijaya Bambang Dwi Prasetyo mengatakan, tren positif pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa sulit dibendung. Terus mengalirnya dukungan kepada pasangan nomor urut 1 itu tak lepas dari strategi dan upaya pemenangan yang sudah sistematis. Mulai dari penguasaan media, tim sukses, sampai bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Kendati demikian, tren positif tersebut bisa terancam bila terjadi serangan fajar alias politik uang jelang coblosan di Pemilu Presiden (Pilpres) pada 9 Juli 2014.

"Potensi ancamannya besar. Jadi memang harus diwaspadai, karena bentuk politik uang itu bisa macam-macam. Bahkan di kalangan tertentu, money politic bisa berupa handphone atau gadget," kata Bambang, Senin (30/6/14).  

Namun, Bambang meyakini, masyarakat tidak akan mudah terbujuk dan justru akan menolak politik uang. Kalaupun menerima, masyarakat tetap memilih calon idamannya. Justru, politik uang yang dilakukan akan menghancurkan kredibilitas calon. "Karena hasilnya justru akan kontraproduktif. Masyarakat tidak bersimpati kepada tim sukses yang melakukan money politics," ungkapnya.

Bambang lantas menyarankan kepada kedua kubu untuk bekerja keras meyakinkan pemilih mengambang atau swing voters. "Mereka harus meyakinkan bahwa calon presiden dan wakil presiden mereka memiliki kredibilitas baik, yang bisa memenuhi harapan generasi muda untuk lebih baik di masa depan," urainya.

Para artis pendukung capres-cawapres pun bisa diberdayakan lebih intensif. Karena mereka memiliki pengaruh terhadap pemilih, khususnya kalangan usia muda.

"Buatlah generasi muda percaya bahwa masa depannya akan lebih baik. Kalau itu bisa dilakukan, maka yang galau pasti akan segera menentukan pilihan," tegas Bambang.(win6)

Komentar