Peretas portal antaranews langgar UU ITE

KANALSATU - Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Ismail Cawidu menegaskan, peretas situs termasuk portal-portal berita terancam hukuman penjara 12 tahun dan atau denda paling banyak Rp12 miliar. Aksi itu merupakan pelanggaran terhadap UU No. 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, khususnya Pasal 35.

“Apabila memang bisa dibuktikan ada peretasan terhadap situs berita, termasuk antaranews.com, maka dapat digolongkan sebagai pelanggaran UU. Kasus itu sifatnya delik aduan dan bisa diadukan ke Direktorat Keamanan Informasi Subdit Penyidikan dan Penindakan Kominfo,” kata Ismail di Jakarta, Rabu (25/6/14), menanggapi peretasan situs Lembaga Kantor Berita Antara kepentingan kampanye salah satu calon presiden.

Dia menambahkan, pelapor harus melengkapi laporannya dengan lampiran bukti-bukti otentik agar lebih mudah dan cepat ditindaklanjuti. “Pelapor juga bisa mengadukannya langsung kepada pihak berwajib.”

Ismail mengimbau, pengelola situs atau portal berita lebih berhati-hati dan waspada, karena semakin banyak oknum-oknum mengambil peluang menjelang pelaksanaan pesta demokrasi melalui penyebaran informasi yang menyesatkan.

Sebelumnya, portal daerah Antaranews Biro Sulawesi Selatan www.antara-sulawesiselatan.com diretas dengan menampilkan berita berjudul ‘Rakyat Palestina Doakan Jokowi’.

Pemimpin Redaksi LKBN Antara Akhmad Kusaeni di Jakarta, Senin (23/6/14), mengatakan, portal www.antara-sulawesiselatan.com diretas (spoofing). Seseorang diketahui mengunggah sebuah berita seolah-olah mengutip siaran pers dari Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz N. Mehdawi. ‘Spoofing’ adalah penggunaan akses tidak sah kepada sistem portal, dalam hal ini milik Antaranews Biro Sulawesi Selatan.

Dalam siaran pers itu Dubes Fariz seolah-olah menyatakan, rakyat Palestina sangat menyayangi calon presiden Joko Widodo (Jokowi) dan mendoakan keberhasilannya memenangi Pemilu Presiden 9 Juli 2014. Pernyataan itu disampaikan Fariz bertepatan dengan ulang tahun capres yang akrab disapa Jokowi tersebut pada 21 Juni 2014.

“Wartawan LKBN Antara tidak pernah membuat berita berjudul itu, tidak pernah menyiarkannya dan tidak pernah mewawancarai Dubes Palestina,” tegas Kusaeni.

Menurutnya, lembaganya sudah melacak jejak berita itu dan memastikan ada pihak-pihak tertentu di luar LKBN Antara yang membuat dan menyiarkannya secara ilegal. “Sekali lagi, kami menyatakan tidak pernah membuat dan menyiarkan berita tersebut. Kepada pihak-pihak yang dirugikan terkait berita ilegal itu, kami menyampaikan maaf sebesar-besarnya.”

Dia mengaku sudah memberikan klarifikasi atas berita tersebut dan meminta maaf langsung kepada Dubes Palestina Fariz N Mehdawi. “Kami juga mengimbau mitra media massa dan pengguna media sosial untuk tidak menyebarkan berita ilegal tersebut untuk kebaikan negara sahabat Indonesia, Palestina dan pihak-pihak terkait lainnya.”

Berita hoax ‘Rakyat Palestina Doakan Jokowi’ tersebut sudah terlanjur menyebar dan dikutip beberapa media nasional. Namun, sebagian sudah menyatakan meralat atau mencabut berita palsu itu.(win10)

Komentar