Prabowo-Hatta janjikan pendapatan perkapita Rp60 juta

Prabowo-Hatta.

KANALSATU - Pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menjanjikan pendapatan perkapita RI minimal Rp60 juta per tahun, jika nanti terpilih menjadi presiden dan wakil presiden pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2014.

Angka itu meningkat sekitar Rp25 juta, dari sekarang rata-rata pendapatan perkapita RI Rp35 juta pertahun. Hal itu bisa diketahui dari visi misi Prabowo-Hatta yang sudah diunggah dalam situs resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Untuk mewujudkannya, Prabowo-Hatta akan menerapkan strategi pertumbuhan ekonomi tinggi  berkualitas melalui peningkatan pertumbuhan melalui sektor produksi. Maka bisa dicapai keseimbangan optimal dengan pertumbuhan yang dipicu konsumsi.

Dalam visi dan misi sebanyak sembilan halaman tersebut, Prabowo-Hatta juga akan meningkatkan pemerataan dan kualitas pertumbuhan ekonomi dengan mengurangi jurang antara si miskin dan si kaya (menurunkan Indeks Gini dari 0,41 menjadi 0,31). Serta meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia dari sekitar 75 menjadi 85.

Dalam visi dan misi yang ditandatangani Prabowo di atas meterai seharga Rp6000, disampaikan pula akan menciptakan 2 juta lapangan kerja per tahun. Penciptaan lapangan kerja dilakukan melalui perbaikan regulasi dan infrastruktur untuk industri pengolahan yang padat karya seperti tekstil, sepatu dan alas kaki, elektronik dan lainnya.

Prabowo-Hatta akan membuka lahan pertanian baru. Sementara Badan Usaha Milik Negara yang memiliki nilai strategis bagi perekoonomian bangsa akan dijadikan Prabowo-Hatta sebagai lokomotif dan ujung tombak kebangkitan dan kedaulatan ekonomi.

Kemudian terkait industri pengelolaan menguasai nilai tambah bagi perekonomian nasional, Prabowo-Hatta akan melakukan beberapa hal. Adapun hal tersebut adalah:

A. Melaksanakan reformasi pengelolaan sumber daya alam mulai dari mineral, batu bara, minyak, gas, kehutanan hingga kelautan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

B. Mempercepat pengembangan industri hilir pengolahan sumber daya mineral, batu bara, minyak, gas, kehutanan hingga kelautan bagi sebesar-besanya kemakmuran rakyat.

C. Melanjutkan renegosiasi kontrak-kontrak pertambangan umum dan migas yang belum cukup berkeadilan dan memprioritaskan kontrak-kontrak yang telah berakhir untuk entiitas bisnis nasional, dikombinasikan dengan instrumen yang menjadi otoritas pemerintah pusat.

D. Meningkatkan pembangunan dan daya saing dari industri hilir kelapa sawit, karet, kakao, bubur kayu dan kertas dan produk primer lainnya untuk meningkatkan keterkaitan sektoral antara pertanian, sektor primer dan industri.(win6)

Komentar