Kalsel selamatkan bahasa Dayak Halong

Balai adat warga Dayak Halong di Desa Kapul, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, forum yang masih menggunakan bahasa adat.

KANALSATU - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan mendokumentasikan Bahasa Dayak Dusun Halong, Kabupaten Balangan, yang dikuatirkan hilang karena penuturnya makin berkurang. Tim Leksikografi Balai Bahasa Provinsi Kalsel merekam pembicaraan penutur Bahasa Dayak Dusun Halong di Kampung Kapul selama 28 April-3 Mei 2014.

“Tim melakukan penelitian dengan mendatangi Desa Kapul, Kec. Halong. Kegiatan utamanya merekam Bahasa Dayak dari tetuha dan tokoh masyarakat yang masih menggunakan bahasa itu dalam pergaulan keseharian,” kata Ketua Tim Leksikografi Balai Bahasa Provinsi Kalsel Yuliati Puspitasari di Banjarbaru, Rabu (7/5/14).

Menurut salah seorang anggota tim Musdalifah, ada enam narasumber tetuha dan tokoh yang ditanyai untuk merekam Bahasa Dayak yang mereka ketahui. Tahun lalu, tim sudah melakukan wawancara dan mengumpulkan kosa kata bahasa Dayak Halong untuk didokumentasikan dalam Kamus Bahasa Indonesia-Dayak Dusun Halong.

“Pengumpulan kosa kata dilakukan sebanyak-banyaknya, sehingga bisa didokumentasikan dan dimasukkan dalam kamus. Kami berharap, kamus Bahasa Indonesia-Dayak Dusun Halong ini bermanfaat bagi masyarakat, juga pemerhati dan peneliti,” ujar Yuliati.

Pendokumentasian Bahasa Dayak Halong, katanya, dilakukan karena dokumen tertulis tentang bahasa daerah itu hingga kini masih minim dan mulai ditinggalkan penuturnya. “Jika tidak sejak sekarang diselamatkan dalam bentuk pendokumentasian, bahasa itu dikuatirkan akan menjadi sejarah tanpa bukti, sehingga hilang dan tidak bisa dilestarikan lagi.”

Dalam waktu 10 tahun terakhir Tim Leksikografi Balai Bahasa Provinsi Kalsel telah menerbitkan tiga kamus dwibahasa yakni Bahasa Banjar Hulu-Indonesia, Bahasa Indonesia-Banjar Dialek Kuala dan Bahasa Indonesia - Dayak Deah.(win10)

Komentar