Revitalisasi terminal di Surabaya sia-sia

SURABAYA (WIN): Kondisi terminal maupun sub terminal angkutan kota di Surabaya dalam kurun delapan tahun terakhir kondisi sangat memprihatinkan dan sepi, meski pemerintah kota telah melakukan revitalisasi terminal-terminal tersebut ternyata masih belum mampu meramaikan terminal yang ada.

Terminal Bratang dan terminal Joyoboyo untuk okupansi penumpang terus menurun, begitu juga dengan keberadaan sub terminal seakan mati suri. Revitalisasi terminal maupun sub terminal yang ada menurut para sopir angkutan kota tetap saja tidak membawa perubahan penumpang tetap sepi.

Pengamatan whatindonews.com di sub terminal Petekan dan sub terminal Keputih, angkot yang ngetem dan menunggu penumpang tidak lebih dari sepuluh armada, padahal penumpang sangat sepi meski saat jam kerja. Sutopo sopir lyn Q (Bratang - Jembatan Merah ) menuturkan jika diharuskan masuk keterminal Petekan dirinya pasti akan rugi sebab tidak ada penumpang.

Agus Sudarsono anggota Komisi C DPRD Surabaya sangat menyanyangkan kondisi tersebut, sebab pembangunan terminal maupun sub terminal menggunakan anggaran APBD yang tidak sedikit.

"Terminalnya sudah bagus termasuk sarana pendukungnya seperti ruang tunggu sopir maupun penumpang sudah bagus, cuma armada pendukungnya terutama angkot yang sudah berumur dan tidak layak jalan yang seolah dipaksakan jalan, tentu harus ada peremajaan armada agar penumpang itu merasa nyaman, aman dan terpenting tepat waktu," jelasnya Rabu (26/2/14).

Sementara Pengamat Tata Kota Universitas Kristen Petra Surabaya Beni Purbantanu menilai, bahwa pemkot tidak bisa memaksakan terminal itu harus ramai tanpa disertai regulasi yang mengikat. Sepinya penumpang sekarang ini karena menurunnya minat masyarakat terhadap moda transportasi umum, sebab fasilitasnya dianggap tidak nyaman lagi.

“Saya ambil contoh angkutan kota yang ngetem di depan JMP, padahal sudah disediakan terminal Petekan, dimana awal-awal mereka mau masuk terminal tapi dengan dalih sepi sekarang terminal Petekan dibiarkan sepi, harus ada koordinasi dan sangsi yang mengikat agar angkutan-angkutan itu mau masuk ke terminal lagi dan fungsi jalan bisa dikembalikan," katanya.(win9/12)

Komentar