Harvey Weinstein diserang isu pelecehan wanita

KANALSATU - Harvey Weinstein, pengusaha industri film tersohor di Amerika Serikat dituding banyak melakukan pelecehan seksual kepada wanita muda yang ingin masuk ke jaringan perfileman roduksinya. Media massa etempat sudah lama mengendusnya. Bahkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya tidak terkejut saat media massa menurunkan berita tentang kelakukan taipan Hollywood tersebut.

Trump seolah mengetahui persis kelakuan Weinstein yang oleh media massa disebutkan, pelecehan yang dilakukan terhadap para wanita muda sudah berlangsung lebih dari tiga dekade. “Saya sudah lama mengenal Harvey Weinstein. Saya sama sekali tidak terkejut melihatnya,” kata TRump saat ditanya wartawan di luar Gedung Putih, Sabtu (7/10).

Pernyataan Tuump itu disampaikan setelah New York Times menerbitkan pemberitaan menggemparkan pada pekan ini yang menuduh Weinstein, yang perusahaannya memproduksi film-film laris seperti ‘The King’s Speech’ dan ‘Django Unchained’, melecehkan para perempuan muda yang berharap bisa masuk ke industri film.

Namun sejumlah kalangan menuduh pihak yang menjatuhkan Weinstein elalui berita-berita miring itu sebagai pertanda "belum selesainya" rivalitas dua partai politik utama di AS pasca pemilihan presiden, karena pada Pilpres lalu Weinstein merupakan salah satu tokoh AS yang secara jelas teridentifikasi sebagai partisipan Partai Demokrat dan pendukung utama Hillary Clinton. Sehingga tarikan pemberitaan mengenai Weinstein itu kini masuk ke wilayah politik papan atas di AS.

Skandal pelecehan wanita itu dimanfaatkan penuh oleh Partai Republik untuk melontarkan kritik karena kuatnya keterikatan Weinstein dengan Partai Demokrat. Serangan politik itu dinilai sensitif karena skandal melecehkan wanita di AS tergolong kasus yang mendapat prioritas perhatian publik. Sehingga akibatnya banyak anggota parlemen dari Partai Demokrat yang merasa terpojok dan berjanji akan menyerahkan sumbangan dari Weinstein yang pernah diterimanya untuk kegiatan sosial dan badan amal.(AFP/ANT/ksc)
comments powered by Disqus